DIKSIMERDEKA.COM, JEMBER – Kabupaten Jember menjadi pusat perhatian Jawa Timur dengan terselenggaranya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI tingkat provinsi. Ajang ini berlangsung hingga Rabu, 17 September 2025.

Sebanyak 1.348 peserta hadir memeriahkan kompetisi yang sarat nilai religius ini. Mereka datang bersama kafilah, dewan hakim, dan ofisial dengan total mencapai 2.047 orang.

Kafilah berasal dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Nama-nama daerah yang turut ambil bagian antara lain Surabaya, Sidoarjo, Malang, Jember, Madiun, hingga Banyuwangi.

Selain itu, peserta juga datang dari Ponorogo, Pacitan, Kediri, Tuban, Lamongan, Sumenep, Bojonegoro, serta kota-kota lain seperti Kota Mojokerto, Kota Blitar, dan Kota Batu.

Tercatat ada delapan cabang musabaqah yang diperlombakan. Mulai dari Tilawah, Qiro’at, MHQ, Tafsir Al-Qur’an, Kaligrafi, Fahm Al-Qur’an, Syarh Al-Qur’an, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.

Total 288 gelar juara diperebutkan dalam perhelatan akbar ini. Setiap cabang diharapkan mampu memunculkan qori dan qoriah terbaik yang menjadi kebanggaan daerah masing-masing.

Pelaksana Tugas (Plt) Diskominfo Jember, Regar Jeane Dealen Nangka, menyampaikan bahwa acara penutupan MTQ telah dirancang istimewa.

“Insya Allah penutupan akan digelar pada 19 September di Jember Sport Garden. Rencananya Ibu Gubernur Jawa Timur juga hadir langsung,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sejumlah atraksi hiburan turut disiapkan. “Akan ada tari kolosal Kejung Siran dengan 400 penari, pesta kembang api, hingga orkestra yang menampilkan Fadhilah Intan,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen memberikan layanan terbaik untuk seluruh kafilah dan masyarakat. Tuan rumah ingin menghadirkan pengalaman berkesan sepanjang gelaran MTQ.

Momentum MTQ ini tidak hanya berorientasi pada lomba. Lebih jauh, perhelatan tersebut menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan menumbuhkan cinta masyarakat terhadap Al-Qur’an.

Puncak acara penutupan diharapkan mampu menghadirkan nuansa spiritual sekaligus budaya, menegaskan Jember sebagai tuan rumah yang berhasil menyatukan seni, tradisi, dan syiar Al-Qur’an.