DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Teguh Santosa resmi membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Bali Tahun 2025, di Santika Hotel, Kuta, Sabtu (30/8/2025).

Sebagai Sekretaris IV Pengurus Pusat MES, Teguh hadir mewakili Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah, Erick Thohir untuk membuka rangkaian kegiatan tersebut.

“Atas nama Ketua Umum Bapak Erick Thohir, secara resmi saya membuka Musyawarah Wilayah ke-empat pengurus MES Bali,” ucap Teguh Santosa yang juga Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) itu saat membuka Muswil MES Bali.

Baca juga :  Rakernas III JMSI di Samarinda Siap Digelar


Peserta dan undangan Muswil MES Bali 2025 berfoto bersama usai acara pembukaan yang diresmikan oleh Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa, mewakili Ketua Umum MES Erick Thohir.


Teguh berharap Muswil MES Bali ini menjadi forum untuk menggagas dan merancang arah ekonomi Syariah kedepan yang semakin inklusif.

“Karena salah satu ciri dari ekonomi Syariah adalah inklusifitas. Artinya ekonomi yang melibatkan berbagai macam sektor,” ujarnya.

Teguh menerangkan bahwa ekonomi Syariah tidak hanya terbuka terhadap pengusaha, tetapi umat atau masyarakat luas.

Baca juga :  Refleksi Hari Pahlawan: Letternews.net Rayakan HUT Ke-7, Komitmen Jurnalisme Berhati Nurani dan Siapkan Inovasi “Tujuh Bintang Digital”

Prinsip ekonomi Syariah ini, menurut Teguh termasuk telah diadopsi pemerintahan Prabowo-Gibran dalam poin kedua RPJMN 2025-2029.

Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa, berfoto bersama jajaran pengurus MES Bali dan tamu undangan usai pembukaan Muswil MES Bali 2025 di Hotel Santika, Kuta.

“Ini menandakan bahwa eksistensi MES lebih dibutuhkan lagi. Dan kalau kita perhatikan pikiran-pikiran besar yang ingin diwujudkan pemerintahan ini kan mengarah kepada satu titik ekonomi yang inklusif dan yang berorientasi pada kepentingan rakyat atau umat,” jelasnya.

Baca juga :  Ketum JMSI Apresiasi Pelajar Batam yang Terbitkan Karya Tulis Nasional

Ia mencotohkan salah satu program Prabowo-Gibran yakni Makan Bergizi Gratis. Bagi Teguh, program ini tidak hanya menuntaskan stunting atau menjamin gizi anak-anak tetapi membuka ekosistem perekonomian baru bagi masyarakat.

“Misalnya MBG, itu kan nanti masyarakat bisa supply sayur, telur, daging, beras dan kebutuhan lainnya. Jadi ekosistem perekonomian masyarakat tumbuh,” imbuhnya.

Reporter: Yulius N