DIKSIMERDEKA.COM, BENGKULU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu mendorong agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu dapat mengupayakan pengusulan kelas tonase jalan di Bengkulu dapat dinaikkan.

Dikatakan anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Darmawansyah, untuk saat ini kelas tonase jalan di Bengkulu masih pada kelas 3 atau maksimal dilewati kendaraan dengan tonase 8 ton saja. Sedangkan kondisi saat ini banyak truk yang melintas, terutama dari Provinsi Jambi dengan tonase melebihi 8 ton sehingga menyebabkan banyak jalan dalam Provinsi Bengkulu yang mengalami kerusakan.

Baca juga :  DPRD Bengkulu Sarankan Pengawasan PPDB 2024 Diperketat

“Kelas jalan kita itu masih kelas tiga dan gandar yang diizinkan itu cuma 8 ton. Jadi kalau dua sumbu berat 16 ton,” kata Darmawansyah.

Kerusakan jalan akibat kendaraan yang melebihi tonase kelas jalan tersebut menyebabkan banyak jalan baik jalan nasional, provinsi maupun kabupaten/kota yang mengalami kerusakan, berlubang, dan dapat membahayakan pengguna jalan.

Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Darmawansyah

“Padahal truk-truk batubara dari Jambi yang masuk Bengkulu ukuran tonasenya besar, sehingga kapasitas jalan untuk mendukung muatan mungkin lebih dari 20 ton dan ini merusak jalan yang ada di Provinsi Bengkulu,” tutur politisi Golkar tersebut.

Baca juga :  Padamkan Listrik Lebih Awal Tanpa Pemberitahuan Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Kritik PLN

Dengan kondisi yang ada, Pemprov Bengkulu diminta agar dapat mengusulkan kepada pemerintah pusat melalui Badan Pelaksana Jalan nasional (BPJN) agar menaikan kelas tonase jalan yang ada di Bengkulu. Sehingga kapasitas jalan yang sebelumnya pada kapasitas kelas 3 dapat dinaikkan pada kapasitas jalan untuk kelas 1 atau kapasitas hingga 10 ton.

Baca juga :  DPRD Bengkulu Tekankan Pentingnya Penanganan Bencana

“Kita minta gara kelas jalan ini bisa ditingkatkan. Sehingga jika kelas jalan ditingkatkan, otomatis dapat menampung beban yang lebih berat,” imbuh Darmawansyah.

Disisi lain, Darmawansyah menilai, jika tidak dapat dilakukan peningkatan kelas jalan, maka alternatif lainnya dengan melanjutkan pembangunan jalan tol Bengkulu – Lubuklinggau.

“Jika tidak, ini tentunya ada kaitan dengan jalan tol agar segera dilanjutkan pembangunannya,” ujarnya.

Reporter: Jaka