DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Paiketan Wartawan Hindu (Pandu) menggandeng Kantor Hukum Lidiron mengadakan bakti sosial dalam bentuk pemberian bantuan makanan, baju dan alat tulis kepada Panti Asuhan Sunya Giri Denpasar, Jumat (29/12/2023).

Sekretaris Pandu I Nyoman Sunaya mengatakan bakti sosial ini merupakan serangkian dari perayaan hari ulang tahun (HUT) Pandu yang ke-3.

“Dalam kesempatan ini kami ingin berbagi kepada anak-anak yang ada di Panti Asuhan Sunya Giri guna mendukung aktivitas pertumbuhan dan pendidikan mereka,” terang Sunaya.

Baca juga :  Sambut HUT RI, Lapas Kerobokan Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Sunya Giri

Hal senada juga disampaikan oleh pendiri Kantor Hukum Lidiron Komang Sutrisna SH mengatakan pemberian bahan makanan, baju, dan alat tulis guna mendukung aktivitas pendidikan anak-anak yang ada di Panti Asuhan Sunya Giri.

“Kami dari Pandu kemudian Kantor Hukum Lidiron dalam rangka serangkian perayaan ulang tahun ingin berbagai untuk teman-teman adik-adik kita disini,” terangnya.

Sementara itu Ketua Pantai Asuhan Sunya Giri, Ketut Alit Rahadiana mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Pandu dan Kantor Hukum Lidiron. Ia mengatakan saat ini jumlah anak yang ada di Panti Asuhan sebanyak 23 anak.

Baca juga :  Sambut HUT RI, Lapas Kerobokan Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Sunya Giri

“Terdiri dari anak SD 2 orang, SMP 5 orang dan sisanya 16 orang SMK. Mereka berasal dari hampir seluruh kabupaten di Bali dan mereka berasal dari keluarga tidak mampu,” terangnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sejauh ini kendala yang dihadapi panti asuhan adalah pendanaan berupa biaya pendidikan dan makanan berupa sembako.

Baca juga :  Sambut HUT RI, Lapas Kerobokan Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Sunya Giri

“Namun astungkara sejauh ini untuk kebutuhan sembako ada saja donatur yang memberikan kesini. Seperti Patato Head yang memberikan makan siang setiap seminggu itu 2 kali,” terangnya.

Terakhir, ia berharap semakin masyarakat, terutama umat Hindu tersentuh hatinya bahwa masih banyak anak-anak dari keluarga yang kurang mampu harus membutuhkan pendidikan.

“Paling tidak sekolah, karena pendidikan kan dasar untuk kehidupan anak-anak ini nanti,” terangnya.

Editor: Agus Pebriana