DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara meluncurkan secara resmi Inovasi Jaringan Pelayanan Guru dan Tenaga Pendidikan (Jaya Gupta) bertepatan dengan Peringatan HUT KORPRI ke-52 dan Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2023 di Dharma Negara Alaya Kota Denpasar, Rabu (29/11/2023).

Hadirnya inovasi berbasis aplikasi ini diharapkan mampu menjadi wadah kolaboratif dalam memadukan pendidikan dengan teknologi guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana menjelaskan sejalan dengan semangat reformasi dan adaptasi terhadap perkembangan zaman, pengembangan inovasi dalam menyelenggarakan pelayanan pendidikan sangatlah diperlukan.

Salah satu cara yang sangat relevan adalah memanfaatan teknologi informasi, terutama aplikasi yang dapat mendukung peran guru dan tenaga kependidikan dalam memberikan layanan pendidikan yang lebih baik.

Pihaknya berharap, adanya inovasi di bidang pembinaan ketenagaan Dinas Pendidikan Kota Denpasar dapat memberikan informasi yang akurat dan akuntabel bagi masyarakat terkait layanan dan inovasi dalam bidang pendidikan.

Baca juga :  Pemkot Denpasar Dukung Terciptanya Pemilu Damai di Tahun 2024

Hal ini utamanya bagi guru, pengawas, kepala sekolah, serta tenaga kependidikan lantaran aplikasi ini memuat fitur layanan berbagi praktik baik, aksi nyata, layanan tendik, dan hallo guru.

“Marilah kita bersama-sama mendukung dan aktif berpartisipasi dalam pengembangan inovasi aplikasi pelayanan pendidikan. Dukungan ini tidak hanya mencakup pemahaman dan penerimaan terhadap teknologi baru, tetapi juga kolaborasi antara anggota KORPRI, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan lainnya,” ujarnya.

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan Pemerintah Kota Denpasar memberikan apresiasi dan sangat mendukung pengembangan inovasi untuk memudahkan palayanan di setiap perangkat daerah. Hal ini sejalan dengan visi Kota Denpasar yaitu “Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju”.

“Kita mendorong semua pihak untuk terus berkontribusi dalam pembangunan Kota Denpasar ini, dengan semangat Sewaka Dharma dan Vasudaiva Khutumbakam kita perkuat gotong royong termasuk dalam peningkatan kualitas pelayanan di sektor pendidikan,” ujarnya.

Baca juga :  Pemkot dan DPRD Denpasar Hadirkan KPK untuk Perkuat Budaya Antikorupsi

Dikatakannya, pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan sebuah masyarakat yang maju dan berkualitas. Karenannya, langkah inovatif dalam penyelenggaraan pendidikan menjadi suatu keharusan.

Menurutnya dengan adanya inovasi ini Jaya Negara berharap, guru dapat lebih fokus pada pembelajaran, sedangkan tenaga kependidikan dapat lebih efisien dalam mendukung kelancaran proses pendidikan. Pihaknya mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam pengembangan aplikasi ini.

“Kami percaya bahwa pengembangan Aplikasi Jaya Gupta dalam pelayanan pendidikan untuk guru dan tenaga kependidikan merupakan langkah positif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Melalui teknologi, kita dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih responsif, efisien, dan mendukung perkembangan pesat dalam dunia pendidikan,” jelasnya

Baca juga :  Pemkot Denpasar Minta Pengelola TPST Kertalangu Segera Atasi Bau

Sementara itu, Direktur TI dan Kerja Sama Universitas Negeri Surabaya, Prof. Selamet Setiawan dalam mengucapkan terimakasih atas kerjasama antara Pemkot Denpasar dan Universitas Negeri Surabaya dalam mendukung pengembangan inovasi Jaya Gupta.

Prof Selamat menjelaskan hadirnya inovasi ini diharapkan mampu mendukung kolaborasi antara pendidikan dan teknologi yang tentunya tetap memegang teguh kearifan lokal dan nilai-nilai pendidikan.

“Komitmen Universitas Negeri Surabaya, kami tetap mengembangkan kerjasama demi mengemban Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ini merupakan salah satu pengabdian kami, dan kami berharap inovasi Jaya Gupta ini mampu meningkatkan profesional dalam dunia pendidikan dengan memegang teguh kearifan lokal,” ujarnya.

Adapun serangkaian peluncuran inovasi Jaya Gupta, turut digelar pameran pendidikan yang melibatkan sebanyak 10 perwakilan TK/PAUD, sebanyak 30 Perwakilan SD, sebanyak 30 perwakilan SMP serta sebanyak 8 perwakilan Komunitas belajar di Kota Denpasar.