FKH Unud Desiminasi Hasil Penelitian Pencegahan Penyakit Hewan dan Zoonosis
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI -Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana (FKH Unud) melaksanakan kegiatan Diseminasi Hasil-Hasil Penelitian Unggulan melalui Seminar Nasional dengan tema “Bersama Mencegah dan Menanggulangi Penyakit Hewan dan Zoonosis” bertempat di Inna Sindhu Beach Hotel Sanur, Kamis (6/7/2023).
Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik menghadirkan 4 narasumber yakni dari Ditjen PKH, Kementan drh. Arif Wicaksono, Direktur Konservasi Keragaman Hayati Spesies dan Genetik Ditjen KSDAE, KLHK, Indra Eksploitasia Semiawan, PELP Ahli Utama Ditjen PRL-KKP, Andi Rusandi, Dekasn FKH Unud I Nyoman Suartha.
Ketua Panitia Pelaksana Prof. Gusti Ayu Yuniati Kencana menyampaikan peningkatan interaksi manusia dengan satwa mengakibatkan meningkat pula kemunculan dan penyebaran Zoonosis di seluruh dunia.
“Saat ini 70 persen penyakit infeksi paru diketahui bersifat Zoonosis dan sebagai akademisi, kaum intelektual Kedokteran Hewan Udayana ingin ikut berperan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit hewan Zoonosis,” terangnya.
Yuniati Kencana menjelaskan bahwa terdapat dua kegiatan yang dilaksanakan yaitu Lokakarya dan Seminar dimana lokakarya sudah dilaksanakan dan sudah menghasilkan rumusan rekomendasi tentang kriteria pelepas liaran satwa liar pasca dipelihara ex-situ.
“Rumusan rekomendasi ini diharapkan dapat dijadikan salah satu acuan bagi Pemerintah dalam merumuskan kebijakan strategis untuk pencegahan serta penanggulangan kejadian penyakit infeksi dan Zoonosis,” terangnya.
Melalui seminar diharapkan riset Dosen dapat diadopsi oleh mitra dan pemerintah saat mengambil kebijakan sehingga bermanfaat secara global, nasional, maupun internasional sesuai dengan yang tertuang dalam Roadmap FKH Universitas Udayana Udayana.
“Melihat bervariasinya peserta, kami yakin target luaran seminar dapat tercapai,” ujar Yuniati Kencana.
Sementara Wakil Rektor Prof. I Gede Rai Maya Temaja mengungkapkan bahwa penyakit hewan dan zoonosis merupakan ancaman serius yang mempengaruhi kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan ekosistem.
Dalam beberapa tahun terakhir, kita telah menyaksikan dampak yang merugikan dari penyakit-penyakit ini, baik dalam skala lokal maupun global. Oleh karena itu, tema seminar ini sangat relevan dan mendesak.
Menurutnya zebagai insan akademik memiliki tanggung jawab yang besar dalam meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang penyakit hewan dan zoonosis. Melalui penelitian, inovasi, dan kolaborasi antarilmu, kita dapat mengembangkan solusi yang efektif untuk mencegah dan menanggulangi penyakit-penyakit tersebut.
“Saya mengharapkan agar acara seminar ini menjadi momentum untuk membangun jaringan kerja yang kokoh dan berkelanjutan antara institusi pendidikan, pemerintah, praktisi, dan masyarakat. Mari kita bersatu, bekerja sama, dan berbagi pengetahuan guna mencegah dan menanggulangi penyakit hewan dan zoonosis, demi keberlanjutan kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan,” ujarnya.
Adapun materi yang disampaikan dalam seminar yakni terkait Kebijakan Pemerintah dalam Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Infeksius Strategis dan Zoonosis pada Ternak dan Companion Animals, pada Satwa Liar dan pada Akuatik; dan Akselerasi Kolaborasi Praktisi Kesehatan Hewan, Manusia, serta Lingkungan dalam Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Infeksi dan Zoonosis.

Tinggalkan Balasan