Kolaborasi Kemenkominfo dan Kemenag NTB, Gelar Webinar Bahas Etika Pelajar di Dunia Digital
DIKSIMERDEKA.COM, LOMBOK UTARA, NTB – Sebagai golongan yang paling banyak mengakses internet, pelajar (Gen Z) diharapkan mampu mengaplikasikan nilai-nilai etika di dunia digital. Untuk mewujudkan hal itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berkolaborasi dengan Kantor Kemenag Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menggelar webinar literasi digital di Kabupaten Lombok Utara, NTB, Rabu (3/5) pagi, pukul 10.00 WITA.
Membahas tema ”Etika Pelajar di Dunia Digital”, diskusi virtual untuk komunitas pendidikan itu akan menghadirkan narasumber: Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB Muhammad Amin, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lombok Utara Jalalussayuthy, Kepala Kantor Kemenag Kota Mataram Jaelani, dan Pingkan Maukar sebagai moderator.
”Webinar ini digelar gratis. Dapat diikuti dengan cara mendaftar ke link registrasi peserta di https://s.id/pendaftaranbalinustra0305. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan hadiah e-money sebesar Rp 1.000.000.- untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya kepada awak media, Selasa (2/5).
Kemenkominfo menjelaskan, etika berinternet diperlukan sebagai tata krama yang harus dipahami bahwa setiap pengguna saling berinteraksi satu sama lain layaknya di dunia nyata. Dengan kesadaran itu, tidak ada lagi pengabaian etika digital.
”Sebaliknya, etika digital harus dijunjung tinggi saat berada di dunia digital. Apalagi, jangkauan internet yang tanpa batas memungkinkan setiap orang berinteraksi dan berkomunikasi dengan berbagai latar belakang kultur yang berbeda,” urai Kemenkominfo.
Menyikapi banyaknya konten negatif dan ujaran kebencian di internet dan media sosial, Kemenkominfo berpesan kepada pelajar agar memberi contoh yang baik dengan cara menganalisis setiap isi informasi yang diterima dan memverifikasi konten.
Lebih jauh, pelajar justru diharapkan aktif dalam menyebarkan konten-konten positif di platform media sosial. Hal itu mengingat internet hadir sebagai anugerah, sementara etika ada agar orang menjadi bijak dalam bertingkah laku, termasuk di ranah maya.
Kemenkominfo menambahkan, berdasarkan survei Indeks Literasi Digital Nasional yang dilakukan instansinya bersama Katadata Insight Center pada 2021, didapatkan skor atau tingkat literasi digital masyarakat Indonesia sebesar 3.49 dari 5.00. Dengan skor tersebut, tingkat literasi digital di Indonesia masuk dalam kategori ”sedang”.
”Secara keseluruhan, Indeks Literasi Digital Indonesia 2021 mencapai 3.49 dari skala 1-5, atau naik dari pencapaian tahun sebelumnya 3.46,” tulis Kemenkominfo.
Diskusi virtual di lingkungan komunitas merupakan salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia #MakinCakapDigital. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia pada 2024,” tulis Kemenkominfo.
Untuk diketahui, program #literasidigitalkominfo tahun ini mulai dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program Kemenkominfo yang berkolaborasi dengan Siberkreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.
Tahun ini, program Indonesia Makin Cakap Digital (IMCD) menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta, utamanya yang belum pernah mengikuti kegiatan literasi digital. IMCD sendiri bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif, dan aman.
Program IMCD urgen dilakukan, karena – menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan We Are Social – pengguna internet dan media sosial di Indonesia pada periode 2021-2022 telah mencapai 220 juta orang. ”Bandingkan dengan data 2019, di mana jumlahnya tidak lebih dari 175 juta orang,” tulis Kemenkominfo.
Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal Youtube Literasi Digital Kominfo.

Tinggalkan Balasan