Kabar Duka, Raja Denpasar IX Berpulang
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Raja Denpasar IX dari Puri Agung Denpasar, Bali, Ida Cokorda Ngurah Jambe Pemecutan menghembuskan nafas terakhirnya di usia 80 tahun saat menjalani perawatan di RSUP Prof Ngoerah, Denpasar, Minggu (19/2/2023) dini hari.
Saat dikonfirmasi terkait berita duka ini, putra sulung Raja Denpasar IX, yakni Anak Agung Ngurah Agung Wira Bima Wikrama membenarkan ayahandanya telah berpulang.
“Inggih. Dudonan durung (Iya. Rangkaian upacara belum-red),” tulisnya melalui pesan WhatsApp, Senin (20/2/2023).
Diberitakan sebelumnya Ida Cokorda Ngurah Jambe Pemecutan yang pernah menjadi Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara wafat pada Minggu dini hari sekitar pukul 00.00 Wita di ruang Wings International RSUP Prof Ngoerah setelah rawat inap selama 10 hari.
“Sudah lama sakit liver, bolak-balik rumah sakit, mungkin 1 bulan terakhir mulai kambuh bolak-baliknya lebih rutin,” ungkap Turah Bima, panggilan akrabnya.
Jenazah dari raja yang dilantik pada 2005 lalu itu kini sudah berada di rumah duka Puri Agung Denpasar, Jalan Veteran, setelah sebelumnya dibawa dari rumah sakit pada Minggu pagi sekitar pukul 9.30 Wita.
Turah Bima mengatakan bahwa tokoh-tokoh puri di Denpasar yang merupakan semeton atau kerabat juga hadir di Puri Agung Denpasar saat jenazah Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pemecutan tiba.
“Ada namanya Manca Agung, semuanya datang tadi. Ada namanya Puri-puri Para Putra Denpasar, yaitu putra-putra yang mendirikan puri-puri dan mereka yang lahir dari Raja Denpasar pertama I Gusti Ngurah Made Pemecutan. Kalau ditotalkan ada 25 puri, selain itu ada namanya Griya Bhagawanta,” rinci Turah Bima yang kini sudah menjadi Jro Mangku di Pamerajan Agung Puri Denpasar yang berlokasi di bekas Puri Denpasar yang kini menjadi rumah jabatan Gubernur Bali di Gedung Jaya Sabha Denpasar.
Sebelum menutup mata di RSUP Prof Ngoerah Turah Bima menyebutkan bahwa ayahanda yang secara fisik masih nampak kuat itu sempat berobat di RS Bali Mandara.
“Sebelumnya dirawat juga di RS Bali Mandara, sempat bolak-balik 3-5 hari, tapi akhirnya sudah kesulitan dan dinasehati pindah ke Sanglah,” imbuh Turah Bima.
Selain melakukan pembersihan atau nyiratin bale tempat jenazah dibaringkan, belum ada prosesi lebih lanjut, lantaran pertemuan untuk membahas rangkaian upacara Raja Denpasar IX baru akan dilakukan pada Minggu (26/2/2023) mendatang dengan diikuti panglingsir puri dan tokoh agama.

Tinggalkan Balasan