DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Provinsi Bali menggelar pelatihan barista bagi para wirausaha muda yang terjun di industri kopi. Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta yang berlangsung selama dua hari yaitu 14-15 November 2022, bertempat di Hotel Grand Mirah, Denpasar.

Peserta pelatihan barista datang dari kelompok muda usia 18-35 tahun yang berasal dari beberapa kabupaten/kota di Bali, diantaranya Denpasar, Badung, Bangli, Tabanan, Gianyar, dan Klungkung. Di akhir pelatihan mereka akan mendapatkan satu paket mesin kopi. 

Selain dibekali dengan materi teori seperti sejarah kopi, serta teknik kebersihan dan sanitasi sebelum pengolahan kopi, peserta juga praktik menggunakan mesin dan alat-alat kopi sekaligus cara membuat minuman kopi panas dan dingin. Ada juga tes yang berisi tentang kalkulasi harga pokok dan harga jual kopi. 

Baca juga :  Pemkab Jember Dorong SDM Lewat Pelatihan Barista di Tengah Budaya Ngopi

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Wayan Ekadina mengatakan pelatihan barista kopi ini bertujuan mendukung para wirausahawan kopi untuk berkembang dan naik kelas sehingga bisa bersaing dengan produk-produk kopi lainya. 

Menurut Wayan Ekadina, Industri kopi di Bali memiliki potensi yang sangat besar. Terlebih produk  kopi asli petani  Bali seperti Kintamani dan Tabanan sudah terkenal dimata nasional maupun internasional. Terlebih kedai-kedai kopi mulai bermunculan di tempat-tempat wisata popular di Bali.

Baca juga :  Dukung Program Nasional, Diskop UKM Bali Gelar Program “Kenal Lokal” 

“Sejauh ini sebagian banyak kopi kita diekport mentahan. Nah Kita inginya biar bisa diolah disini sehingga bisa berdampak bagi petani dan masyarakat Bali sehingga dapat mengimplementasikan misi Gubernur Bali tentang muatan lokal sehingga kopi Bali mempunyai nilai tambah,” terangnya saat ditemui di sela-sela pelatihan.

Ketua Bali Chef Community, I Putu Ambara Putra, mengatakan perkembangan Industri kopi sangat potensial di Bali. Hal ini ditunjukan dari menjamurnya coffee shop atau kedai kopi di daerah pariwisata dan kota-kota di Bali. 

Baca juga :  Dukung Program Nasional, Diskop UKM Bali Gelar Program “Kenal Lokal” 

“Marketnya sangat potensial sekali. Disamping itu potensi persaingan mereka (Industri kopi Bali) dengan produk luar itu sangat besar dan tidak kalah,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang peserta pelatihan barista, Dewa Gede Bagus Satria Wibawa mengatakan bahwa tantangan ke depan Industri kopi di Bali adalah perubahan zaman. Untuk itu menurutnya para pelaku Industri kopi harus setiap saat melakukan inovasi. 

“Kita tidak hanya bisa terpaku pada satu produk lama karena perkembangan zaman dan perkembangan perekonomian begitu cepat sehingga kita harus berinovasi setiap saat,” terang owner coffee shop bernama Mokapop Bali.