DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Gerakan pemasyarakatan produk pangan lokal Bali, tidak hanya kepada swalayan, hotel, serta restaurant tapi juga kepada masyarakat luas, penting dilakukan di tengah maraknya persaingan dengan produk impor.

Hal ini diungkapkan Kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada, dalam pembukaan Festival Pangan Lokal Bali tahun 2022, bertempat di Lapangan Puputan Margarana, Denpasar, Kamis (03/11/2022). 

Festival Pangan Lokal Bali ini, katanya, menjadi medium untuk memasyarakatkan produk lokal Bali kepada masyarakat luas. Disamping juga memfasilitasi pemasaran produk lokal Bali kepada para pengunjung. 

Baca juga :  Hadapi Ancaman Resesi 2023, Gubernur Jabar Ajak Warga Beli Produk Lokal

“Ini (Festival Pangan Lokal Bali) sekaligus sebagai ajang kampanye pentingnya mengkonsumsi pangan lokal berupa sayuran, buah-buahan, ikan, daging untuk kesehatan Kita semua,” terangnya. 

Produk lokal Bali, ungkapnya, memiliki kualitas kesehatan yang baik dari pada produk-produk impor. Sebab, produk impor mulai dari proses paska panen, penyimpanan, sampai ke tempat tujuan, lalu kemudian ke pasar membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga mempengaruhi kualitas produk tersebut. 

Baca juga :  Presiden: Bantu yang Kesulitan dengan Belanja di UMKM dan Beli Produk Indonesia

“Kalau Kita menggunakan produk lokal Bali, Kita petik, lalu langsung kita nikmati. Hal ini karena Bali kan dekat. Untuk itu semuanya harus menggunakan produk lokal Bali,” terangnya saat ditemui di sela-sela acara.

Sejauh ini menurutnya, penggunaan produk lokal Bali sudah terserap dengan baik di pasar Bali. Akan tetapi ia pun berharap penyerapan produk lokal Bali dapat ditingkatkan. 

Baca juga :  OJK Apreasi Keberpihakan Gubernur Koster pada Produk Lokal Bali

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali, I Wayan Jarta, mengatakan sejauh ini produk lokal Bali yang potensial untuk diekspor baik keluar pulau Bali ataupun keluar negeri adalah buah Mangga dan Manggis.

“Dalam rangka memenangkan persaingan produk pangan Bali, harus memperhatikan pengemasan yang menarik agar dilirik dan diminati oleh konsumen,” katanya.