DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI Sembilan Resolusi sebagai rekomendasi untuk Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 Mencuat Dalam Forum Diskusi Publik yang diselenggarakan oleh Maritim Muda Nusantara Daerah Bali dengan mengangkat tema “Peran Pemuda Dalam KTT G-20 di Bali”, bertempat di Terali Resto, Denpasar, Selasa (25/10/2022). 

Sembilan resolusi ini diungkapkan oleh Sekretaris DPD Prajaniti Provinsi Bali yang juga sekaligus Praktisi Pariwisata, I Made Dwija Suastana. Dalam kesempatan tersebut, Dwija  menyampaikan sembilan resolusi ini adalah rekomendasi yang diharapkan mampu didengar oleh para pimpinan dunia. 

“KTT G20 yang anggotanya berasal dari 19 negara dan 1 negara gabungan atau regional  merupakan forum penting dan memiliki pengaruh yang sangat kuat di dunia sehingga keputusan-keputusannya berpengaruh kuat dan menentukan bagaimana dunia kedepan,” ujarnya.

Baca juga :  MUI Bali: Umat Muslim Siap Jaga Kelancaran G20

Adapun sembilan resolusi ini, yaitu: 

Mendesak kembali badan Kesehatan dunia PBB, WHO untuk menetapkan status terbaru pandemi covid-19 dalam upaya memperluas kesempatan pemulihan yang lebih signifikan.

Mempertajam peran dan fungsi IMF (International Monetary Funds) untuk melakukan langkah restrukturisasi kebijakan keuangan global agar mampu menolong seluruh negara-negara di dunia selamat dari resesi ekonomi bukan malah sebaliknya menjadi rentenir yang menjerat negara-negara di dunia.

Mendorong organisasi PBB yang menangani masalah pangan (FAO) untuk memberlakukan Protocol FAO tentang ketahanan pangan.  Penetapan protokol FAO ini menyangkut tentang penanaman kembali sumber-sumber pangan yang bertujuan melindungi keberlangsungan hidup masyarakat dunia.

KTT G20 agar mendesak organisasi PBB yang menangani lingkungan (United Nations Environment Programme – UNEP)  untuk menerapkan kebijakan global dalam usaha penanaman hutan kembali demi terjaganya ekosistem dan keseimbangan tata kelola air.

Baca juga :  Presiden Minta Hasil KTT G20 Segera Ditindaklanjuti

Mengambil peran strategis meningkatkan intensitas dialog antar negara-negara yang terlibat konflik.

Khusus untuk Indonesia, agar Presidensi Indonesia G20 yang dijabat Indonesia kali ini dimanfaatkan sebesar-besarnya demi kepentingan ekonomi Indonesia.

Menata ulang kembali konsentrasi negara-negara peserta G20 agar lebih fokus kepada upaya mengatasi berbagai krisis kemanusiaan, bencana kelaparan yang tengah terjadi di berbagai belahan dunia.

Melakukan langkah reposisi terhadap kepemimpinan global

Merevitalisasi berbagai kebijakan strategis baik secara internasional maupun internal negara anggota G-20 yang berkaitan dengan pemulihan efek psikologis pasca pandemi covid-19.

Baca juga :  KTT G20 Hasilkan Kesepakatan Kerja Sama Saling Menguntungkan

Sebagaimana diketahui, G20 merupakan forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa (EU). G20 merepresentasikan lebih dari 60% populasi bumi, 75% perdagangan global, dan 80% PDB dunia.

Anggota G20 terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa.

Dibentuk pada 1999 atas inisiasi anggota G7, G20 merangkul negara maju dan berkembang untuk bersama-sama mengatasi krisis, utamanya yang melanda Asia, Rusia, dan Amerika Latin. Adapun tujuan G20 adalah mewujudkan pertumbuhan global yang kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif. (gus)