DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI Komunitas Arsha Rupa menggelar pameran lukisan perdana mulai dari tanggal 14 Agustus-14 September 2022,  bertempat di Gedung Museum Agung Pancasila, Denpasar. Pameran bertajuk “Pengawal Tradisi Di Era Modern” menampilkan 25 karya.

Ketua Komunitas Arsha Rupa, Ketut Murtayasa, mengungkapkan, pameran perdana ini diikuti oleh 10 pelukis Arsha Rupa dengan total sebanyak 25 karya. Dimana karya-karya yang ditampilkan mengangkat tema kehidupan tradisional masyarakat Bali, mitologi-mitologi di Bali, serta keasrian alam Bali.

Melalui pemilihan tema ini, Komunitas Arsha Rupa berharap, pameran ini bisa menjadi medium untuk menjaga dan mengenalkan kelestarian tradisi masyarakat Bali.  

“Siapa tahu dengan sumbangsih kami sebagai pelukis mampu mempertahankan tradisi-tradisi. Misalkan contoh tiang melukiskan tentang kehidupan masa lalu orang Bali. Nah melalui ini generasi kedepannya bisa tahu ternyata begini kehidupan di masa lalu,” terang Ketut Murtaya, saat ditemui di Gedung Museum Agung Pancasila, Minggu (14/08).

Baca juga :  Dekranasda Denpasar Gelar Pameran Produk Ekspor IKM/UKM

Kurator Lukisan, Ida Bagus Martiyasa,  mengungkapkan, dengan mengambil domain seni rupa tradisional, para pelukis Arsha Rupa menggarap tema-tema tradisi dengan sangat matang. 

“Memori kultural yang bermuatan harmoni kehidupan masa lampau dan beragam catatan mitologis yang bersumber pada sastra agama, yang berjejal di benak para pelukis lantas menjadi bahan karya mereka,” terang IB Martiyasa.

Menurut IB Martiyasa, melalui karya-karya ini, para pelukis Arsha Rupa, tidak berkehendak hanya bernostalgia atau sekedar memenuhi hasrat memuja-muja masa lalu, melainkan justru ingin merekonstruksi potret dan spirit riak-riak kultur Bali yang terbebas dari ruang dan waktu. 

Baca juga :  Wagub Cok Ace Dukung Pameran Mercedes-Benz Classic Club Bali untuk Tunjukkan Bali Tidak Kelaparan

“Pada tataran visi dan misi, idealisme para pelukis yang tergabung dalam komunitas Arsha Rupa ini sesungguhnya mulai. Mereka sebagian kecil dari ribuan pelukis Bali yang berkiprah, hadir sebagai barisan para penjaga sekaligus pelestarian adat, budaya, dan kearifan lokal,” ungkapnya.

Untuk itulah, sebagai sebuah komunitas yang baru terbentuk, kehadiran Arsha Rupa dalam dunia seni rupa di Bali patutlah disambut dan diapresiasi dengan baik.  

“Dunia seni rupa Bali akan segera menaruh ekspektasi tinggi atas kehadiran Arsha Rupa sekaligus menambah inventarisasi puluhan komunitas perupa yang sudah ada, berkiprah, dan bertumbuh di Bali,” ungkap IB Martiyasa.

Sementara itu, Pemimpin Museum Agung Pancasila, Gus Marhean, menyampaikan, apresiasi kepada komunitas Arsha Rupa.  Hal ini lantaran melalui pameran ini dapat mengimplementasikan ajaran Soekarno tentang berkepribadian dalam bidang kebudayaan.

Baca juga :  Wagub Cok Ace Harap Pameran Lukisan Mobil Klasik Sebagai Langkah Baru Promosikan Bali ke Mancanegara

“Ada hal yang begitu luar biasa ketika teman-teman seniman berkumpul, tidak ada kata lain yakni Jas Merah yaitu jangan sekali-kali melupakan sejarah. Inilah giat Bung Karno sebagai Pendiri Bangsa, beliau adalah orang yang getol menghormati seniman,” terang Gus Marhean. 

Gus Marhaen juga menambahkan, bahwa, Soekarno juga sering melakukan diplomasi seni. Salah satunya contohnya adalah untuk keberlangsungan pariwisata Bali. Dimana Soekarno mempunyai sahabat seniman seperti Antonio Blanco dan Le Mayeur.

“Semoga kedepanya kegiatan yang dilakukan oleh teman-teman ini (Arsha Rupa) bisa berlangsung dengan baik. Ini adalah awal dedikasi dan perjuangan anda didalam anda melakukan aktivitas seni khususnya seni lukis,” terang Gus Marhean. (Gus/Sin)