Dukung Festival Layang-Layang, Gubernur Koster Siapkan Lahan 2 Hektar
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Guna mendukung penyelenggaraan festival layang-layang, Gubernur Bali I Wayan Koster saat ini tengah menyiapkan lahan seluas 2 hektar di kawasan Pusat Kebudayaan Bali, Kabupaten Klungkung. Melalui lahan ini diharapkan festival layang-layang dapat diselenggarakan dengan bagus dan menjadi daya tarik wisata.
Hal ini diungkapkan dalam sambuatanya saat membuka secara resmi membuka Bali Kite Festival ke-44 tahun 2022 dengan tema “Rahayu Baliku”, di Pantai Padanggalak, Denpasar, Minggu (17/07/2022).
“Kedepan sudah ada tempat yang pasti. Tidak ada lagi harus kesana kemari meminta izin, sewa atau bahkan digusur, dan tiap tahun pindah. Nanti kalau selesai Pusat Kebudayaan Bali, disitu sudah disiapkan lahan 2 hektar,” ungkap Gubernur Wayan Koster.
Lebih lanjut, I Wayan Koster, juga akan menyiapkan tim untuk mendesain kawasan tersebut agar sesuai dengan kebutuhan untuk menyelenggarakan festival layang-layang. Hal ini agar festival layang-layang kedepan bisa diselenggarakan dengan bagus dan memiliki banyak peminat.
“Selain itu, juga bisa menjadi bagian daya tarik wisata Bali yang nantinya bisa ditampilkan secara lokal, nasional, maupun internasional,” ujarnya.
Menurutnya, Festival layang-layang merupakan suatu karya, budaya yang menjadi bagian dari kekayaan Provinsi Bali yang wajib dijaga sebagai warisan adiluhung leluhur Bali.
“Festival layang-layang ini tidak hanya menumbuhkan para penggiat atau peminat untuk menyelenggarakan event layang-layang. Tapi yang jauh lebih penting adalah kita ikut berkontribusi dalam memajukan kebudayaan Bali sesuai dengan Peraturan Daerah tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali,” papar Gubernur.
Ia juga menambahkan bahwa festival layang-layang ini bisa dimasukan kedalam bagian dari rangkaian kegiatan Pesta Kesenian Bali (PKB) sehingga seluruh biaya penyelenggaraan akan ditanggung oleh pemerintah provinsi Bali.
“Jadi tidak perlu membayar biaya pendaftaran Rp150.000. Tugas para peserta hanya berkreasi sebaik-baiknya. Saya melihat sangat luar biasa spiritnya mengikuti festival layang-layang ini. Saya kira di Indonesia, hanya di Bali kita bisa temui aktivitas yang luar biasa semangatnya ini,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Bali Kite Festival ke-44, Kadek Dwi Armika, mengatakan, tujuan penyelenggaraan festival ini untuk melestarikan layang-layang Bali sebagai salah satu potensi masyarakat Bali yang memiliki ciri dan keunikan tersendiri.
Adapun pemilihan tema “Rahayu Baliku” dalam penyelenggaraan Bali Kite Festival dipilih dalam upaya meningkatkan kesatuan dan persatuan masyarakat Bali untuk menjaga kerahayuan dalam kebersamaan. Terdapat 772 layang-layang yang akan ditampilkan diantaranya jenis Bebean, Pecukan, dan Janggan. Dimana kesemua layang-layang tersebut menggunakan warna tradisional Bali yakni Merah, Hitam, Putih, dan Kuning. (Gus)

Tinggalkan Balasan