Anggota Komisi VI DPR RI I Nyoman Parta saat memberikan sambutan dalam acara penutupan Training of Trainer (TOT) ‘Pembina UMKM Produk Pangan dan Non Pangan dalam Penerapan SNI’, Jumat (11/2/2022). (Foto: Istimewa)

DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Anggota Komisi VI DPR RI I Nyoman Parta berharap pelatihan pendamping UMKM dapat mengasilkan orang-orang yang mampu mendampingi dan membimbing UMKM dalam menghasilkan produk berkualitas dan ber-sertifikasi SNI. Sehingga produk itu nantinya tidak hanya dapat menjangkau pasar nasional, tetapi juga ekspor.

“Saya harap setelah ini teman-teman bisa bergerak di lapangan. Sehingga bisa membuat UMKM yang berintegritas dan memiliki produk yang berkualitas sehingga kedepan juga bisa masuk sampai ke pasar ekspor,” ungkap Parta saat menutup Training of Trainer (TOT) ‘Pembina UMKM Produk Pangan dan Non Pangan dalam Penerapan SNI’ di Denpasar, Jumat (11/2/2022).

Baca juga :  Nyoman Parta Tegas Tolak PPN Sembako, Minta Pemerintah Tinjau Ulang

Kegiatan bersama Badan Standarisasi Nasional (BSN) itu merupakan ke dua kali dilaksanakan dalam rangka memberikan pelatihan terhadap calon pembina UMKM dalam mendapatkan produk yang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Ini (pelatihan) yang ke-2, pelatihan pertama Desember 2021 lalu, dengan peserta yang sama berjumlah 40 orang,” kata Parta.

Baca juga :  Kembangkan Kapasitas Digital UMKM Denpasar, JNE Hadirkan Goll..Aborasi Bisnis Online 2022

Di sisi lain Parta menilai penting memberikan ruang gerak yang lebih luas dan pendampingan bagi UMKM dalam melakukan kegiatan usahanya, mengingat UMKM memberikan kontribusi besar bagi perekonomian indonesia termasuk dalam penyediaan lapangan kerja.

“Data terakhir, sekitar 60 persen jumlah pekerja di indonesia bekerja pada sektor informal (UMKM,- red). Jadi sudah saat nya mendorong kebangkitan usaha mikro dan kecil ini,” terangnya.

Selanjutnya, Parta meminta kepada seluruh peserta pelatihan untuk sungguh-sungguh mengaplikasikan ilmu yang telah didapat serta mengambil semua peluang yang diberikan oleh pemerintah dalam upaya membangkitkan usaha-usaha kecil.

Baca juga :  Cegah Macet Arus Balik, DPR Minta Imbauan Kapolri Soal WFH Ditindaklanjuti

“Saya berharap kita serius. Agar kita tidak menjadi tukang keluh. Sesungguhnya negara itu hadir di tengah-tengah kita. Ini yang harus kita manfaatkan,” ungkap Parta.

“Untuk mencari sertifikat SNI biayanya tidak sedikit, maka semua harus serius karena sesungguhnya ini kesempatan yang baik, aktifkan grup dan diskusi, saya akan senantiasa terlibat, tidak hanya pendampingan untuk SNI tapi saya juga sering memfasilitasi pelatihan-pelatihan UMKM, dan teman-teman harus terlibat untuk menciptakan UMKM yang berkualitas,” tutup legislator asal Desa Guwang, Gianyar itu. (*)