DIKSIMERDEKA.COM, JAKARTA – Sebanyak 4.427 penerima Program Beasiswa Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI diminta agar turut berkontribusi membangun daerah asalnya masing-masing.

Hal tersebut disampaikan Dirjen Bimas Hindu, Tri Handoko Seto dalam kegiatan Deep Talk bersama penerima beasiswa S1, S2, dan S3 Ditjen Bimas Hindu pada Selasa (14/9) secara virtual.

“Salah satu keluhan dari umat yang sering kita dengar adalah kekurangan guru agama Hindu dan ini bisa kita minimalisir ketika lulusan-lulusan, khususnya penerima beasiswa Bimas Hindu mau kembali pulang kampung membangun daerahnya,” ungkapnya.

Baca juga :  Setelah Tertunda karena Pandemi, Utsawa Dharmagita Tahun 2021 akan Digelar Secara Hybrid

Dirinya mendorong agar dilakukannya penguatan aktivitas mahasiswa di kampus khususnya pada pilar ke tiga Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Mahasiswa Hindu harus bisa berpikir progresif dan tanggap terhadap permasalahan bangsa, khususnya dalam pengabdian masyarakat, karena kecerdasan sosial juga menjadi modal yang penting,” sambungnya.

Baca juga :  Badung Catat Skor 4,21, Jadi Kabupaten dengan IDSD 2025 Tertinggi Versi BRIN

Menurutnya, para penerima beasiswa Ditjen Bimas Hindu juga harus turut memberi timbal balik kepada bangsa agar fasilitas yang diberikan oleh negara dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Salah satu penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar, Anak Agung Rai Sunarniti menyampaikan apresiasi kepada Ditjen Bimas Hindu atas kepeduliannya kepada anak-anak muda Hindu yang kurang mampu dalam menempuh pendidikan.

Baca juga :  Pemprov Bali Dukung Pinandita se-Nusantara Gelar Doa Bersama di Besakih

“Kalau tidak ada beasiswa ini, mungkin impian saya untuk bisa kuliah tidak akan terwujud. Terima kasih kepada Ditjen Bimas Hindu semoga semakin banyak anak-anak muda yang terbantu oleh program ini,” ungkapnya dalam penyampaian testimoni. (*/sin)