DIKSIMERSEKA.COM, DENPASAR, BALI – Bandar Narkotika buronan Interpol Andrew Ayer alias Andrey Kovalenko (32) bersama istrinya Ekaterina Trubkina (33) dapat ditangkap kembali setelah sebelumnya sempat kabur dari Kantor Imigrasi Kelas Satu Khusus TPI (Tempat Pemeriksaan Imigrasi) Ngurah Rai.

Andrew bersama istrinya ditangkap Tim Reserse Mobile (Resmob) Polda Bali bersama Petugas Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ngurah Rai di sebuah villa di Seminyak, Rabu (24/2) pukul 01.30 WITA.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Provinsi Bali Jamaruli Manihuruk mengatakan buronan warga Rusia bersama istrinya itu dapat ditangkap setelah pendalaman selama 13 hari. 

Baca juga :  Sindikat Internasional Teror WNA di Bali: Influencer Rusia Disiksa dan Diperas USD 1 Juta

Dari pendalaman didapat informasi, buronan diduga berada di sebuah tempat di area Canggu. Namun buronan diduga sempat berpindah tempat sebelum akhirnya ditangkap di dalam sebuah villa di Seminyak.

DPO Warga Negara Rusia tersebut saat ini diamankan di ruang Detensi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai. 

Baca juga :  Polisi Tangkap Bandar Narkoba Jaringan Sumatera-Bali di Denpasar

“Terima kasih kami ucapkan kepada Mabes Polri di Jakarta, Polda Bali, Kodam IX Udayana, serta seluruh masyarakat Bali yang telah membantu dalam memberikan informasi serta melakukan proses pencarian,” tulis Jamaruli dalam rilisnya.

Diketahui sebelumnya, Andrew berhasil kabur dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai saat hendak diserahkan ke Interpol dan dideportasi. Andrew berhasil menyelinap dan lolos dari ruang pemeriksaan Kantor Imigrasi setempat.

Andrew dideportasi setelah menjalani hukuman 1.6 tahun penjara kasus Narkotika di Lapas Kerobokan. Ia ditangkap Reserse Narkoba Polresta Denpasar saat transaksi Narkotika jenis Hasis di Jalan Sunset Road, Kuta Badung pada Selasa 1 Oktober 2019 pukul 21.00 WITA.

Baca juga :  Kejari Badung Terima Pelimpahan Tahap II Kasus WNA Rusia

Di negara asalnya sendiri, Andrew juga terlibat kasus bandar Narkotika dan kabur ke Indonesia saat hendak ditangkap. Kepolisian Rusia berkoordinasi dengan Interpol Center Bureau Mabes Polri. Andrew kemudian ditetapkan sebagai Red Notice (buronan Interpol). (*)