DIKSIMERDEKA.COM KRAKOW – Akhir pekan yang seharusnya ceria di pusat wisata Krakow mendadak berubah menjadi lautan darah. Sebuah tragedi penembakan di Polandia mengguncang dunia setelah seorang pemuda berusia 25 tahun memberondongkan senapan otomatisnya secara membabi buta ke arah kerumunan massa, Sabtu (7/11/2026) sore waktu setempat.

Tidak main-main, total sembilan nyawa melayang sia-sia dalam insiden mengerikan ini. Enam orang dieksekusi mati di alun-alun utama, sementara tiga jenazah lainnya ditemukan bersimbah darah di kediaman pelaku!

Menteri Pertahanan Polandia, Władysław Kosiniak-Kamysz, tak ragu menyebut tragedi mematikan ini sebagai “aksi teror” yang keji terhadap warga Krakow—kota terbesar kedua di Polandia yang disesaki 15 juta turis setiap tahunnya.

Aksi ‘koboi’ berdarah dingin ini dimulai sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Pelaku yang merupakan warga negara Polandia itu melepaskan tembakan brutal ke keramaian. Akibatnya, empat wanita dan dua pria tewas di tempat. Kepolisian setempat mengonfirmasi, salah satu korban tewas adalah warga negara Inggris, sedangkan tiga lainnya adalah wanita lokal. Dua korban tewas sisanya belum teridentifikasi.

Baca juga :  Tragedi Sekolah Thailand! Siswa Mengamuk, 7 Orang Tewas dalam Penembakan Berdarah

Belasan orang lainnya tumbang tersungkur akibat luka tembak. Juru bicara pemerintah merilis bahwa dari 16 korban luka, banyak yang berstatus warga negara asing asal Inggris, Austria, Jerman, Portugal, dan Rusia. Aparat kepolisian yang mencoba melumpuhkan pelaku juga tak luput dari terjangan peluru; dua petugas terluka, satu di antaranya dalam kondisi kritis setelah ditembak tiga kali dalam baku tembak sengit tersebut.

Otaknya Dicuci Ideologi Sayap Kanan Ekstrem

Lantas, apa motif di balik kebiadaban ini? Menteri Dalam Negeri Polandia, Marcin Kierwiński, dalam konferensi persnya membongkar fakta mengejutkan. Pelaku ternyata bukan sekadar orang gila biasa, melainkan penganut paham radikal yang sangat berbahaya.

“Dia sangat terobsesi dengan ideologi sayap kanan dan memiliki pandangan yang sangat radikal serta ultra-nasionalis,” tegas Kierwiński blak-blakan. Paham ultra-nasionalis ini kerap dikaitkan dengan rasisme, fasisme, dan kebencian ekstrem terhadap kelompok atau warga asing seperti yang dilansir The Guardian.

Baca juga :  Aktivis Polandia Luncurkan Mesin Loker Pengambil Pil Aborsi di Tengah Ketatnya Aturan Negara

Bantai Keluarganya Sendiri Sebelum Beraksi di Jalanan

Mimpi buruk ternyata tak berhenti di alun-alun kota. Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, yang langsung meluncur ke lokasi kejadian, membeberkan fakta yang tak kalah bikin merinding pada Sabtu malam. Aparat yang menggeledah rumah pelaku menemukan pemandangan horor lainnya.

“Tiga jenazah lagi, dua perempuan dan satu laki-laki, juga ditemukan tewas di rumah pelaku. Kemungkinan besar mereka adalah anggota keluarganya sendiri,” ungkap Tusk dengan nada prihatin.

Kengerian ini ternyata sudah diawali sejak pelaku berada di jalan. Perusahaan transportasi kota Krakow melaporkan, sebelum tiba di alun-alun, pelaku sempat menembaki sebuah trem dari dalam mobil yang sedang melaju. Beruntung, peluru hanya memecahkan kaca kabin masinis tanpa memakan korban jiwa di titik tersebut.

Juru bicara pemerintah, Adam Szłapka, mencuit di platform X, menyatakan bahwa “Peristiwa hari ini di Kraków telah mengguncang seluruh Polandia,” seraya menambahkan bahwa PM Tusk sedang dalam perjalanan menuju lokasi.

Baca juga :  Update Penembakan Sekolah Thailand: Korban Tewas Jadi 7, Tiga Guru, Tiga Siswa Tumbang dan Pelaku

Sementara itu, Menteri Keadilan Waldemar Żurek berjanji tak akan memberi ampun. “Pihak berwenang akan memastikan bahwa pelaku kejahatan ini dimintai pertanggungjawaban penuh dan dihukum seberat-beratnya,” cuitnya tegas.

Presiden Polandia, Karol Nawrocki, juga menyampaikan keprihatinannya yang mendalam atas insiden mematikan ini. Sebagai bentuk penghormatan bagi para korban, pemerintah menetapkan hari Minggu dan Senin sebagai hari berkabung nasional.

Ironisnya, tragedi penembakan di Polandia ini meledak di tengah tren mengerikan obral izin senjata api di negara tersebut. Laporan Euronews awal tahun ini menyebut, jumlah senjata api legal di Polandia untuk pertama kalinya tembus di atas angka 1 juta. Pada tahun 2025, pemerintah Polandia jor-joran mengeluarkan 50.700 izin kepemilikan senjata, membuat jumlah izin aktif berlipat ganda hanya dalam waktu sepuluh tahun. Tragedi berdarah ini jelas menjadi tamparan keras bagi regulasi keamanan negara tersebut!