Di Tengah Berbagai Tantangan, Ekonomi Bali Tumbuh 5,85 Persen di Triwulan III 2026
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Bali pada triwulan III 2026 tumbuh sebesar 5,85 persen secara tahunan. Meski tumbuh, angka tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pengadaan listrik dan gas, jasa keuangan dan asuransi, serta konstruksi menjadi tiga lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi yang menopang perekonomian Pulau Dewata.
Kepala BPS Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana mengatakan, meskipun mengalami perlambatan dibandingkan triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan III 2026 tetap patut diapresiasi.
Pasalnya, tantangan ekonomi yang dihadapi Bali sepanjang 2026 dinilai lebih berat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Khusus pariwisata, kita tentu masih ingat bagaimana ada banyak gangguan, misalnya perang yang membuat sejumlah penerbangan dibatalkan serta isu-isu lainya yang mendorong ekonomi Bali tumbuh lebih lambat” ungkap Agus Hendrayana, Kamis (5/11/2026).
Agus menjelaskan, perlambatan pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan III 2026 sejalan dengan melambatnya pertumbuhan sejumlah lapangan usaha dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum yang menjadi salah satu penopang utama ekonomi Bali, pertumbuhannya tercatat sebesar 6,23 persen. Angka ini melambat dibandingkan triwulan III 2025 yang mencapai 10,94 persen.
Perlambatan juga terjadi pada sektor transportasi dan pergudangan yang hanya tumbuh 1,20 persen, jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya sebesar 6,26 persen.
Begitu pula jasa perusahaan yang tumbuh 4,13 persen, melambat dibandingkan 9,74 persen pada periode yang sama tahun 2025.
Di tengah perlambatan sejumlah lapangan usaha tersebut, beberapa sektor justru mencatatkan pertumbuhan signifikan.
Agus mengatakan pada triwulan III 2026, lapangan usaha Pengadaan listrik dan gas tumbuh 11,03 persen. Hal tersebut seiring dengan peningkatan pemakaian listrik diberbagai segmen indutri, residential, dan multiguna.
“Sehingga lapangan usaha (pengadaan listrik dan gas) ini mengalami peningkatan lebih tinggi,” ungkapnya.
Di samping itu, jasa keuangan dan asuransi juga mengalami pertumbuhan sebesar 9 persen. Pertumbuhan lapangan usaha ini didorong meningkatkan penyaluran kredit oleh bank umum dan BPR sekitar 7 dan 6 persen sampai Agustus 2026.
Lalu, kontruksi lapangan usaha konstruksi yang tumbuh sebesar 8,91 persen pada triwulan III 2026, seiring dengan realisasi proyek pemerintah atau swasta, pengadaan semen.
Sementara itu, lima sektor usaha yang menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi Bali triwulan III yaitu akomodasi makan dan minum 1,27 persen, kontruksi 0,88 persen, perdagangan besar dan eceran 0,71 persen, industri pengolahan 0,52 persen, serta jasa keuangan dan asuransi 0,44 persen.
“Makan minum menjadi penyumbang dominan pertumbuhan. Dari 5,88 persen di triwulan III 2025, 2,13 persen disumbangkan akomodasi makan minum, sementara untuk triwulan III 2026 hanya 1,27 persen. Sama-sama tumbuh tapi kontribusinya lebih kecil, nahini yang membuat lambat tumbuh,” ungkapnya.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan