DIKSIMERDEKA.COM, JAKARTA – Pemanfaatan analisis data dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan kualitas serta mendukung pengambilan keputusan di sektor manufaktur menjadi perhatian utama dalam Kompetisi Rekayasa Kualitas Tingkat Nasional (KRKTN) IX 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Trisakti pada 3-4 November 2026 ini diikuti 18 tim dari 14 perguruan tinggi di Indonesia.

Mengusung tema “Utilizing Data Analytics and Artificial Intelligence (AI) for Quality Improvement and Decision Support in Remanufactured Product System”, KRKTN IX 2026 menekankan pentingnya integrasi teknologi digital dengan metode rekayasa kualitas, khususnya dalam mendukung efisiensi dan keberlanjutan industri remanufaktur.

Ketua Pelaksana KRKTN IX 2026, I Gusti Made Teddy Pradana, mengatakan bahwa perkembangan teknologi membuka peluang bagi industri untuk menerapkan pendekatan perbaikan kualitas yang lebih proaktif dan berbasis data.

“Rekayasa kualitas tidak lagi hanya berfokus pada identifikasi dan perbaikan masalah, tetapi juga bagaimana masalah tersebut dapat diprediksi dan dicegah. Melalui KRKTN, kami ingin mendorong mahasiswa mengintegrasikan kemampuan analisis data, AI, dan prinsip rekayasa kualitas untuk menghasilkan solusi yang relevan dengan kebutuhan industri,” ujar Teddy.

Untuk memperkuat pemahaman tersebut, KRKTN IX 2026 menghadirkan seminar nasional dengan narasumber Prof. Dradjad Irianto, Guru Besar Institut Teknologi Bandung, dan Prajoto Dewo Sriadi, praktisi industri dari PT Komatsu Indonesia.

Seminar mengulas peran analisis data dalam mendukung pengambilan keputusan, mulai dari analisis deskriptif untuk memahami kondisi proses, diagnostik untuk menelusuri penyebab masalah, prediktif untuk memperkirakan potensi gangguan, hingga preskriptif untuk menentukan alternatif tindakan perbaikan.

Prof. Dradjad menekankan bahwa perkembangan Data Analytics dan AI perlu diimbangi dengan pemahaman yang kuat terhadap prinsip rekayasa kualitas.

“Teknologi memungkinkan pengolahan data yang semakin kompleks, tetapi ketepatan keputusan tetap bergantung pada kemampuan memahami proses dan menginterpretasikan hasil analisis. Karena itu, penguasaan teknologi harus berjalan seiring dengan pemahaman terhadap persoalan kualitas yang dihadapi industri,” jelasnya.

Dari sudut pandang praktisi, Prajoto Dewo Sriadi menyoroti pentingnya penerapan quality excellence dan continuous improvement untuk memastikan kualitas produk tetap memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi perlu diarahkan pada peningkatan kinerja proses secara berkelanjutan.

“Perbaikan kualitas harus memberikan manfaat nyata, baik dari sisi keandalan produk, efisiensi proses, maupun kepuasan pelanggan. Data menjadi dasar penting untuk mengevaluasi kondisi yang ada dan menentukan langkah perbaikan secara lebih terukur,” ungkap Dewo.

Selain seminar, peserta KRKTN IX 2026 mengikuti tiga tahapan kompetisi, yakni babak penyisihan, semifinal melalui sesi quiz dan betting, serta babak final berupa analisis dan presentasi studi kasus industri.

Pada tahap final, peserta ditantang mengolah data dari PT Komatsu Indonesia, mengidentifikasi permasalahan kualitas pada sistem remanufaktur, dan menyusun rekomendasi perbaikan yang dipresentasikan di hadapan dewan juri.

Dari persaingan 18 tim yang mewakili 14 perguruan tinggi di Indonesia, TRIQUAL dari Universitas Trisakti berhasil keluar sebagai Juara 1. Posisi Juara 2 diraih Lumora Ranger dari Universitas Katolik Parahyangan, disusul Ayam Geprek dari Telkom University sebagai Juara 3.

Sementara itu, Doa Ibu dari Universitas Muhammadiyah Surakarta meraih Juara Harapan 1 dan Sismanity dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember meraih Juara Harapan 2.

Editor: Agus Pebriana