Pemprov Bali Siagakan Alat Berat di Titik Rawan Bencana
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Memasuki musim hujan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Di samping telah memetakan titik-titik rawan bencana, lalu meningkatkan koordinasi lintas instansi. Pemerintah juga mulai menyiagakan alat berat di sejumlah wilayah yang berisiko terdampak bencana.
Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Bali Dewa Made Indra. Ia mengatakan, penempatan alat berat di sejumlah wilayah tersebut didasarkan pada hasil pemetaan kawasan yang berpotensi terdampak bencana.
Adapun penyiagaan alat berat ini melibatkan sinergi lintas instansi mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum (PU), Balai Jalan, hingga Balai Wilayah Sungai (BWS) Kementerian PU.
”Alat berat untuk penanganan longsor dan banjir disiapkan bersama instansi terkait,” ujar Dewa, Kamis (5/11/2026).
Menurut Dewa, penempatan alat berat dilakukan dengan mendekatkannya ke kawasan yang memiliki risiko tinggi bencana untuk mempercepat proses evakuasi dan pemulihan akses jalan.
Ia mengungkapkan terdapat sejumlah jalur utama yang menjadi fokus rawan bencana yaitu Singaraja–Denpasar, jalur Singaraja–Gobleg menuju Bedugul, kawasan perbukitan di Karangasem, serta jalur Kintamani.
“Misal antisipasi longsor di daerah bedugul sana, alat berat akan ditempatkan di Desa Pancasari, untuk antisipasi longsor di jalur Kintamani, alat berat ditempatkan Bangli,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dewa Indra mengatakan bahwa pemerintah provinsi melalui BPBD telah menerbitkan surat edaran kepada bupati/wali kota serta para pemangku kepentingan agar mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman bencana musim hujan.
Salah satu langkah yang ditekankan adalah melakukan normalisasi saluran air dan drainase, khususnya di kawasan perkotaan. Di samping itu juga mempersiapkan alat berat yang diperlukan untuk menghadapi bencana.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan