DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali mengklaim krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) sepekan terakhir belum memicu pembatalan kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara (wisman) ke Pulau Dewata.

Kepala Dinas Pariwisata Bali I Wayan Sumarajaya mengatakan pihaknya belum menerima laporan adanya pembatalan kunjungan wisatawan imbas kelangkaan BMM yang memicu antrean panjang di Bali dalam sepekan terakhir.

“Kalau dampak, saya kira dari data yang ada, tidak berdampak drastis terhadap jumlah kunjungan, baik wisman maupun domestik,” ujar Sumarajaya saat ditemui di Ruang Sidang Prof. dr. Goesti Ngoerah Gde Ngoerah, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Selasa (20/10/2026).

Baca juga :  Dispar Optimis Akhir Tahun Kunjungan Wisman ke Bali Tembus 7 Juta

Sumarayaja mengatakan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik disebut masih relatif stabil.

Sumarajaya mengatakan pada bulan Oktober 2026, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali rata-rata 23.000. Jumlah kunjungan itu relatif sama dengan bulan September 2026.

Baca juga :  Road To Digital Tourism, Dispar Bali Gelar Pelatihan Pemasaran Digital untuk ASN se-Bali

Ia mengatakan perubahan katanya hanya terjadi pada penyesuaian rencana perjalanan ke sejumlah daya tarik wisata.

“Laporan dari travel-travel ya, mungkin ada pengaturan kembali tentang jadwal ke DTW dan lain sebagainya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (ASITA) Provinsi Bali Putu Winastra. Menurutnya, berdasarkan laporan yang diterima dari anggota asosiasi belum ada pembatalan kunjungan wisatawan.

Baca juga :  Masuki High Season Okupansi Hotel di Bali Terdongkrak Tembus 72 Persen

Winastra mengatakan pada umumnya jadwal kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali telah dijadwalkan jauh hari sebelumnya.

Perubahan hanya terasa pada pola kegiatan wisata. Ia mengatakan wisatawan yang awalnya merencanakan kegiatan di Bali Selatan, lalu beralih ke kegiatan tidak terlalu padat.

“Perubahan tur ada, misalnya awalnya ke Tanah Lot, tapi karena macet, mereka memilih ke tempat-tempat yang lebih dekat dan tidak macet,” terangnya.

Reporter: Agus Pebriana