1.024 Infrastruktur Terdampak Gempa Flores Telah Ditangani, Berikut Rinciannya!
DIKSIMERDEKA.COM, FLORES – Sebanyak 1.024 infrastruktur di delapan Kabupaten terdampak gempa Flores telah ditangani Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui pemulihan jaringan jalan, jembatan dan infrastruktur sumber daya air.
Langkah tersebut dilakukan Kementerian PU untuk mempercepat pemulihan infrastruktur dan memastikan konektivitas layanan pascagempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam keterangannya, Menteri PU, Dody Hanggodo merinci, di sektor konektivitas, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Bina Marga telah memastikan 20 ruas jalan terdampak tetap fungsional. Kerusakan pada ruas-ruas tersebut mencakup 89 titik longsor dan lima patahan.
Selain itu, 14 jembatan terdampak juga telah difungsikan kembali, termasuk sejumlah duiker yang berada pada jaringan jalan terdampak.
Secara keseluruhan, penanganan jaringan jalan dan jembatan telah mencapai 100 persen.
Hanggodo melanjutkan, Kementerian PU juga melakukan penanganan terhadap infrastruktur sumber daya air untuk memastikan fungsi layanan tetap berjalan. Sebanyak dua bendung, satu bendungan, 15 daerah irigasi, dan 15 sumur air baku telah diverifikasi fungsinya.
Selain itu, dua embung, empat pengaman pantai, dan dua infrastruktur sungai turut masuk dalam penanganan dan verifikasi.
Secara keseluruhan, penanganan pada sektor sumber daya air juga telah mencapai 100 persen.
Hanggodo menambahkan, pada sektor Cipta Karya, penanganan diarahkan untuk menjaga keberlanjutan layanan dasar masyarakat.
Sebanyak 93 SPAM terdampak telah teridentifikasi, dengan 64 di antaranya telah diverifikasi. Dari 129 bangunan gedung terdampak, sebanyak 86 telah diverifikasi.
Sementara itu, dari 10 prasarana sanitasi yang terdampak, enam di antaranya telah diverifikasi.
Untuk sembilan kawasan strategis, penanganan telah mencapai 100 persen.
Dalam kondisi darurat, Kementerian PU juga terus mendistribusikan sarana dan prasarana untuk mendukung kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.
Dari total 131 unit sarana dan prasarana tanggap darurat, sebanyak 88 unit telah didistribusikan.
Bantuan tersebut antara lain terdiri atas 15 mobil tangki air, dua mobil vakum tinja, 46 hidran umum, dua toilet portabel, 18 velbed, satu biority, tiga tenda, dan satu dump truck.
Sementara itu, pada sektor prasarana strategis, sebanyak 651 infrastruktur telah teridentifikasi, dengan 644 di antaranya telah diverifikasi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 146 telah melalui proses pembersihan dan 59 lainnya telah mendapat penanganan untuk kerusakan ringan.
Infrastruktur yang terdampak tersebut mencakup 300 fasilitas peribadatan, 112 fasilitas pendidikan, dan 238 fasilitas kesehatan. Tingkat kerusakan telah diidentifikasi mulai dari rusak ringan, sedang hingga berat sebagai dasar untuk menentukan penanganan selanjutnya.
Menurut dia, seluruh penanganan tersebut merupakan bagian dari upaya Kementerian PU untuk mempercepat pemulihan pascagempa sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan secara bertahap.
“Penanganan dilakukan dengan tetap memperhatikan tingkat kerusakan, keberlanjutan fungsi layanan, serta kebutuhan untuk membangun infrastruktur yang lebih aman dan tangguh terhadap risiko bencana” ujar Hanggodo.
Reporter: Berto Davids

Tinggalkan Balasan