KADIN Bali Bagikan Pengalaman jadi Tuan Rumah B20 di Forum Bisnis Bali-Timor Leste
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Bali I Made Ariandi membagikan pengalaman Bali menjadi tuan rumah Business 20 (B20) saat Indonesia memegang Presidensi G20 pada 2022.
Pengalaman tersebut disampaikan Ariandi dalam diskusi Bali-Timor Leste Business Forum 2026 yang digelar di Tsinghua South East Asia Center, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali (KKB), Denpasar, Jumat (2/10/2026).
Forum tersebut mempertemukan pelaku usaha, pemerintah, dan delegasi Indonesia-Timor Leste untuk mendorong penguatan kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara.Hadir dalam forum tersebut Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI Natalius Pigai, Anggota DPD RI I Gusti Arya Wedakarna, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bali I Gusti Ngurah Wiranata yang mewakili Gubernur Bali Wayan Koster, serta Ketua KADIN Bali I Made Ariandi.
Sementara dari Timor-Leste hadir Menteri Pertanian Timor-Leste Marcos da Cruz dan Ketua Kamar Dagang dan Industri Timor-Leste (CCI-TL) Jorge Manuel Serrano.Ariandi mengatakan, KADIN Indonesia, khususnya KADIN Bali, memiliki pengalaman menyelenggarakan B20 sebagai forum dialog resmi yang mempertemukan komunitas bisnis global dengan para pemimpin negara-negara G20.
Menurut dia, pengalaman tersebut dapat menjadi modal dalam memperkuat kerja sama ekonomi antara Bali dan Timor-Leste. Terlebih, Bali memiliki posisi sebagai hub perdagangan sekaligus destinasi pariwisata internasional.
Kerja sama tersebut dinilai semakin relevan seiring Timor-Leste mempercepat penguatan hubungan bilateral dengan Indonesia di berbagai sektor strategis, seperti pertanian, pariwisata, peternakan, dan ekonomi biru (blue economy).
Langkah tersebut juga berkaitan dengan persiapan Timor-Leste menjadi tuan rumah Presidensi ASEAN pada 2029.Dalam rangka mematangkan kerja sama tersebut, rombongan Bali-Timor Leste Business Forum 2026 juga bertemu dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan di Tsinghua South East Asia Center.
Luhut berdialog dengan Anggota DPD RI perwakilan Bali I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa (AWK), Menteri Pertanian Timor-Leste Marcos da Cruz, Ketua KADIN Bali I Made Ariandi, serta Ketua Panitia Bali-Timor Leste Business Forum Dr I Ketut Subadra.
Ariandi berharap Pemerintah Timor-Leste dapat membangun komunikasi dengan KADIN Bali dalam berbagai urusan bisnis dan perdagangan. Menurut dia, KADIN dapat menjadi mitra dalam menghubungkan pemerintah dengan pelaku usaha.”Untuk itu, apa pun keperluan bisnis dari Pemerintah Timor Leste, tinggal hubungi KADIN Bali, mau kapal? Semua urusan beres karena semua usaha ada di bawah KADIN. Tinggal tukaran nomor HP saja dengan Kamar Dagang Timor Leste,” kata Ariandi dalam talkshow tersebut.
Dia mengatakan KADIN merupakan mitra strategis pemerintah sekaligus wadah dunia usaha yang menaungi sektor usaha negara, koperasi, dan swasta.Ariandi juga mendorong Timor-Leste memperkuat infrastruktur pariwisata dengan membangun city hotel maupun vila yang representatif. Pembangunan tersebut, kata dia, perlu dirancang agar tidak membebani fiskal negara.
“Kuatkan city hotel yang banyak, buatkan vila-vila yang representatif, yang nature, jangan terlalu membebani infrastruktur, fasilitas pada saat proses pembangunan,” ujarnya.
Selain infrastruktur, Ariandi menilai Timor-Leste perlu memperkuat sektor kuliner dengan menghadirkan makanan yang memenuhi standar kualitas dan mutu internasional.
Menurut dia, Bali dapat menjadi tempat belajar bagi Timor-Leste karena telah memiliki pengalaman sebagai destinasi pariwisata internasional.
“Undang para pelaku watersport sama wisata laut. Itu saja. Mereka orang asing ke orang ASEAN pasti sudah suka. Terpenting adalah belajar ke Jimbaran. Tapi paling penting siapkan makanan yang dibutuhkan oleh kalangan internasional yang baik,” katanya.
Ariandi mengatakan KADIN Bali juga akan menyiapkan paper sebagai bagian dari rencana kerja sama antara Bali dan Timor-Leste.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum KADIN Bali Bidang Pariwisata I Gusti Agung Rai Suryawijaya yang juga Ketua PHRI Kabupaten Badung dan Wakil Ketua PHRI Bali memaparkan materi bertajuk “Real Estate & Wellness Investment Opportunities”.
Rai Suryawijaya mengatakan Bali masih membuka peluang investasi, khususnya di sektor hotel dan vila.
“Kalau mau invest di Bali, saya sarankan membeli yang sudah ada dan tidak perlu membangun lagi. Mau membeli star hotels atau villas,” ujarnya.
Bali-Timor Leste Business Forum 2026 merupakan bagian dari Bali International Business & Investment Forum (BIBIF) 2026. Forum tersebut menjadi wadah untuk mempertemukan pemerintah, investor, pelaku usaha, lembaga keuangan, akademisi, asosiasi bisnis, organisasi internasional, serta pemangku kepentingan dari Indonesia dan Timor-Leste.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan