DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Kegiatan donor darah dan Festival Budaya Nusantara yang diinisiasi oleh Rumah Kebangsaan dan Kebhinekaan (KAKEK) turut meriahkan gelaran Car Free Day yang dilaksanakan di Lapangan Niti Mandala Renon, Minggu (4/10/2026).

Kegiatan donor darah dan Festival Budaya Nusantara ini merupakan bagian dari rangkaian Rumah KAKEK Festival tahun 2026.

Sejak pagi, pengunjung mulai memadati area acara yang berlokasi di depan Monumen Perjuangan Rakyat, Bajra Sandhi.

Suasana kian semarak ketika para pelari yang melintas menghentikan langkah sejenak untuk menyaksikan tarian budaya yang ditampilkan oleh generasi muda lintas daerah.

Di sisi lain, kegiatan donor darah turut berlangsung, menambah ragam aktivitas di tengah keramaian acara.

Antusiasme warga yang tinggi tersebut membuat persediaan kantong darah yang disiapkan tim medis habis. Kondisi tersebut membuat sejumlah warga yang datang untuk melakukan donor terpaksa tidak bisa.

Baca juga :  Gelar Haul Bung Karno di Blitar, Rumah Kakek Ajak Generasi Muda Tanamkan Jiwa Nasionalisme

Founder Rumah Kebangsaan dan Kebhinnekaan Pasraman Satyam Eva Jayate, I Ketut Udi Prayudi, mengatakan kegiatan donor darah kembali digelar sebagai bagian dari agenda sosial Rumah Kakek. Pelaksanaan kali ini menjadi rangkaian Rumah Kakek Festival 2026.

“Kami di Rumah Kakek secara rutin melaksanakan donor darah. Ini sudah 23 kali ya, kita melaksanakan donor darah yang kali ini kami rangkaikan dengan Rumah Kakek Festival 2026,” ujar Udi Prayudi.

Udi Prayudi mengatakan kegiatan donor juga diisi dengan pentas budaya Nusantara dan pelepasan burung yang menjadi simbol persaudaraan serta perdamaian.

Baca juga :  Gelar Haul Bung Karno di Blitar, Rumah Kakek Ajak Generasi Muda Tanamkan Jiwa Nasionalisme

“Donor darah kali ini bersamaan dengan pementasan budaya Nusantara dan pelepasan burung sebagai lambang persaudaraan dan perdamaian. Jadi ini memang dari berbagai daerah yang kita undang untuk mengisi acara kami di Rumah Kakek,” ujarnya.

Pementasan budaya melibatkan sejumlah kesenian dari berbagai daerah. Diantaranya Tari Legong Mesatya dari Bali, Tari Sardolo Mbalelo Jawa Timur, Tari Cakalele dari Maluku, Tari Piring Urak Langkah dari Sumatra Barat atau Minangkabau, Tari Joged Bumbung Bali, hingga Barong Sai.

“Ya, betul, jadi memang kegiatan kita ini selalu bernuansa Nusantara. Tarian Nusantara daerah kita libatkan,” kata Udi Prayudi.

Ia berharap kegiatan donor darah dapat terus dilaksanakan dan semakin banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi. Donor darah menjadi kegiatan sosial dan juga bentuk kepedulian terhadap sesama.

Baca juga :  Gelar Haul Bung Karno di Blitar, Rumah Kakek Ajak Generasi Muda Tanamkan Jiwa Nasionalisme

“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi semangat kami untuk terus melaksanakan kegiatan serupa dan tentu ini juga komitmen kami selama ini. Harapannya, masyarakat lebih banyak lagi yang mau mendonorkan darahnya, karena ini juga investasi kita secara sosial,” paparnya.

Menurutnya, kepedulian tersebut dapat dimulai dari hal sederhana yang dilakukan secara sukarela untuk membantu orang lain yang membutuhkan.

“Membantu sesama dengan setetes darah dari kita untuk mereka yang membutuhkan,” tandasnya.

Kesuksesan donor darah ke-23 semakin menunjukkan komitmen Rumah Kakek sebagai ruang untuk mendorong dan menyebarkan aksi sosial di tengah masyarakat.

Reporter: Agus Pebriana