DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali merancang pembangunan empat pelabuhan laut di kawasan utara dan timur Bali. Tujuannya mengalihkan arus angkutan logistik agar tidak lagi menumpuk di jalur darat dan membebani simpul jalan di Bali Selatan.

Rencana itu disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima kunjungan kerja Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (2/10/2026).

Empat pelabuhan yang dirancang bersama Kementerian Perhubungan itu adalah Pelabuhan Celukan Bawang dan Pelabuhan Sangsit di Buleleng, Pelabuhan Amed di Karangasem, serta Pelabuhan Gunaksa di Klungkung.

“Fungsi pelabuhan ini kami rancang sebagai sarana pengangkut logistik langsung dari Ketapang, Jawa Timur, menyebar ke utara dan timur Bali. Dengan demikian truk logistik tidak lagi menumpuk menyeberang lewat Gilimanuk yang kerap memicu macet total,” kata Koster.

Butuh Dukungan APBN

Koster menjelaskan, pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang kini berjalan melalui PT ASDP Indonesia Ferry, sedangkan Pelabuhan Gunaksa lewat skema investasi. Adapun pembangunan Pelabuhan Sangsit dan Amed masih membutuhkan dukungan anggaran dari APBN.

Wakil Ketua Banggar DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie menilai penguatan infrastruktur konektivitas dan diversifikasi ekonomi di luar pariwisata sangat penting bagi Bali.

Pada triwulan II-2026, ekonomi Bali tumbuh 5,78 persen (year on year), lebih tinggi dari pertumbuhan nasional sebesar 5,29 persen. Namun, sektor akomodasi serta makanan dan minuman masih mendominasi dengan porsi 21,91 persen dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali.

Penerimaan Pajak Tumbuh 10 Persen

Banggar juga mengapresiasi kinerja penerimaan negara di Bali. Berdasarkan catatan Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Bali, penerimaan pajak hingga September 2026 mencapai Rp8,46 triliun, tumbuh sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Ini capaian positif, namun masih ada ruang memperkuat basis penerimaan dari sektor pariwisata, akomodasi, ekonomi kreatif, dan ekonomi digital. Bea Cukai juga harus memfasilitasi ekspor produk UMKM Bali sekaligus tegas memungut barang ilegal,” ujarnya.