DIKSIMERDEKA.COM LOUISVILLE– Kabar mengejutkan datang dari industri restoran global. Pizza Hut dijual oleh induknya, Yum! Brands, dalam transaksi senilai US$2,7 miliar atau sekitar Rp47,93 triliun (kurs Rp17.750 per dolar AS).

Kesepakatan tersebut menandai berakhirnya salah satu babak penting dalam sejarah Pizza Hut, merek yang selama puluhan tahun identik dengan restoran keluarga dan budaya makan pizza di Amerika Serikat.

Dilansir dari BBC, Dalam transaksi itu, perusahaan investasi LongRange Capital akan mengakuisisi bisnis Pizza Hut di luar China daratan dengan nilai US$1,5 miliar atau sekitar Rp26,63 triliun. Sementara itu, Yum China Holdings mengambil alih operasional Pizza Hut di China daratan senilai US$1,2 miliar atau sekitar Rp21,3 triliun.

Tertekan Persaingan, Pizza Hut Kehilangan Dominasi

Keputusan menjual Pizza Hut bukanlah sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba.

Yum! Brands sebenarnya sudah mengumumkan rencana mencari pembeli sejak November 2025 setelah Pizza Hut mengalami penurunan kinerja selama beberapa kuartal berturut-turut, khususnya di Amerika Serikat.

Pasar Amerika menjadi wilayah yang sangat penting karena menyumbang sekitar 40 persen dari total penjualan internasional Pizza Hut.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, persaingan di industri pizza semakin brutal.

Domino’s, Papa John’s, dan Little Caesars berhasil merebut perhatian konsumen melalui strategi harga agresif di tengah tekanan inflasi yang masih tinggi.

Selain itu, jaringan restoran regional yang lebih kecil juga mulai menggerus pangsa pasar Pizza Hut. Mereka dinilai lebih cepat beradaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen dibandingkan pemain besar yang memiliki struktur bisnis lebih kompleks.

Perang Pizza Memasuki Babak Baru

Industri makanan cepat saji saat ini mengalami perubahan besar.

Kemunculan aplikasi pesan-antar seperti Uber Eats, DoorDash, dan Grubhub membuat konsumen memiliki lebih banyak pilihan dibandingkan satu dekade lalu.

Akibatnya, keunggulan historis Pizza Hut sebagai salah satu jaringan pizza terbesar dunia perlahan memudar.

Fenomena tersebut memunculkan istilah baru di industri restoran, yakni “Pizza Wars” atau perang pizza, di mana berbagai merek berlomba menawarkan harga murah, promo besar, serta layanan pengiriman yang lebih cepat.

Dalam persaingan itu, Pizza Hut dinilai tertinggal dibanding para pesaingnya.

Dari Kansas ke Seluruh Dunia

Pizza Hut memiliki sejarah panjang di industri restoran global.

Perusahaan ini didirikan pada 1958 oleh dua bersaudara di Wichita, Kansas, Amerika Serikat.

Merek tersebut kemudian diakuisisi PepsiCo pada 1977 sebelum akhirnya menjadi bagian dari Yum! Brands pada 1997.

Selama puluhan tahun, Pizza Hut berkembang menjadi salah satu jaringan restoran pizza terbesar di dunia dengan ribuan gerai yang tersebar di berbagai negara.

“Pizza Hut adalah salah satu merek restoran paling ikonik di dunia dan kami bangga terhadap peran penting yang dimainkan perusahaan ini dalam sejarah Yum!,” kata CEO Yum! Brands, Chris Turner.

Sempat Selamatkan Operasional Inggris

Yum! Brands sebenarnya masih berupaya mempertahankan bisnis Pizza Hut dalam beberapa waktu terakhir.

Pada Oktober tahun lalu, perusahaan bahkan mengambil alih operasional Pizza Hut di Inggris setelah operator restoran dine-in, DC London Pie, mengalami kebangkrutan.

Saat itu, krisis tersebut mengancam lebih dari 1.200 pekerja dan memaksa 68 restoran tutup.

Namun melalui proses penyelamatan, sekitar 64 restoran berhasil dipertahankan sehingga ribuan lapangan kerja tetap terselamatkan.

Fokus ke KFC dan Taco Bell

Penjualan Pizza Hut menjadi bagian dari strategi besar Yum! Brands untuk menyederhanakan bisnis dan fokus pada merek yang masih mencatat pertumbuhan kuat.

Setelah melepas Pizza Hut, perusahaan akan mengonsentrasikan sumber daya pada dua andalan utamanya, yakni KFC dan Taco Bell.

Analis industri menilai langkah ini dapat memberikan fleksibilitas lebih besar bagi Yum! Brands untuk mempercepat ekspansi global kedua merek tersebut.

Di sisi lain, LongRange Capital dan Yum China diharapkan mampu membawa Pizza Hut memasuki fase baru pertumbuhan dengan strategi yang lebih fokus dan sesuai dengan karakter pasar masing-masing.

Transaksi Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Kesepakatan penjualan Pizza Hut senilai hampir Rp48 triliun tersebut masih menunggu sejumlah persetujuan regulator.

Yum! Brands memperkirakan transaksi dengan LongRange Capital dan Yum China akan rampung pada kuartal ketiga 2026.

Jika seluruh proses berjalan lancar, maka salah satu nama paling legendaris dalam industri restoran dunia akan resmi memiliki pemilik baru.