Kasihan Kalau Masih Simpan Dolar! Dasco Yakin Rupiah Bakal Menguat
DIKSIMERDEKA.COM JAKARTA – Penguatan nilai tukar rupiah dan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendapat sorotan positif dari Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Menurutnya, membaiknya kondisi pasar tidak lepas dari meningkatnya kepercayaan publik terhadap pemerintahan saat ini.
Dasco mengatakan pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis yang diyakini akan semakin memperkuat nilai tukar rupiah dalam waktu dekat.
“Saya mendapatkan informasi dari pihak pemerintah bahwa dalam minggu ini dan ke depan ada strategi-strategi khusus yang akan dilakukan oleh pemerintah yang saya yakini akan membuat nilai tukar rupiah menguat,” kata Dasco kepada wartawan, Kamis (11/6/2026).
Politikus Partai Gerindra itu bahkan memberikan imbauan kepada masyarakat yang masih menyimpan dolar Amerika Serikat sebagai instrumen investasi jangka pendek.
“Mungkin bagi teman-teman yang saat ini menyimpan dolar karena berharap ada keuntungan, sebaiknya dolarnya dilepas. Kalau kemudian minggu depan nilai rupiah menguat, kan kasihan kalau masih simpan-simpan dolar,” ujarnya.
Menurut Dasco, penguatan rupiah dan IHSG menunjukkan bahwa pelaku pasar mulai memiliki optimisme lebih besar terhadap arah kebijakan pemerintah. Faktor kepercayaan tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Selain menyoroti penguatan rupiah, Dasco juga memberikan tanggapan terkait langkah sejumlah perusahaan melakukan buyback saham saat pasar mengalami tekanan beberapa waktu lalu.
Ia menilai aksi pembelian kembali saham merupakan langkah yang wajar selama dilakukan berdasarkan mekanisme pasar. Apalagi, banyak perusahaan strategis nasional yang memiliki fundamental kuat sehingga dinilai menarik bagi investor ketika harga saham mengalami koreksi.
“BUMN maupun perusahaan-perusahaan strategis itu fundamentalnya kuat. Ketika harga saham turun, tentunya menjadi momentum yang menarik untuk melakukan pembelian kembali atau investasi,” jelasnya.
Dasco juga menanggapi isu mengenai pembelian saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Menurutnya, tidak ada masalah selama transaksi dilakukan sesuai aturan dan mekanisme pasar yang berlaku.
“Kalau Bank BCA sepanjang dilakukan dengan mekanisme pasar, apalagi saat ini sahamnya relatif lebih murah dibanding sebelumnya, silakan saja dibeli. Itu perusahaan swasta nasional yang strategis,” katanya.
Ia menegaskan pemerintah akan terus bekerja menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat kepercayaan pasar, serta mendorong iklim investasi yang sehat demi menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Penguatan rupiah dalam beberapa hari terakhir turut memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan nasional. Nilai tukar yang lebih stabil dinilai mampu menekan biaya impor bahan baku dan barang modal yang masih dibutuhkan industri dalam negeri. Kondisi tersebut juga dapat membantu menjaga stabilitas harga sejumlah komoditas di pasar domestik.
Selain itu, menguatnya rupiah biasanya menjadi salah satu indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian nasional. Ketika kepercayaan pasar meningkat, arus modal asing berpotensi kembali masuk ke pasar saham maupun pasar obligasi sehingga memperkuat likuiditas dan stabilitas sektor keuangan.
Di sisi lain, pemerintah masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi global, mulai dari ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga energi, hingga dinamika suku bunga internasional. Karena itu, berbagai langkah strategis yang disiapkan pemerintah diharapkan mampu menjaga momentum penguatan rupiah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Sejumlah ekonom menilai stabilitas nilai tukar menjadi faktor penting dalam menjaga iklim investasi dan daya saing nasional. Rupiah yang stabil akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha dalam menyusun perencanaan bisnis, terutama bagi perusahaan yang memiliki aktivitas ekspor maupun impor.

Tinggalkan Balasan