Delegasi Royal College of Defence Studies Inggris Pelajari Model Pembangunan Bali
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali menerima kunjungan kehormatan delegasi Royal College of Defence Studies (RCDS) Inggris dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Media Center Dinas Pariwisata Bali, Kamis (21/5). Kunjungan tersebut menjadi ajang pertukaran gagasan mengenai strategi ketahanan regional, stabilitas ekonomi, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis budaya.
Delegasi dipimpin Wakil Komandan RCDS, Tamara Jennings dan diterima oleh jajaran Pemerintah Provinsi Bali. Mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Bali, I Wayan Serinah menyampaikan bahwa ketahanan dan daya saing Bali dibangun di atas fondasi budaya serta nilai kearifan lokal.
Menurut Serinah, filosofi Tri Hita Karana menjadi dasar pembangunan Bali yang menekankan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan sebagai kunci menjaga keberlanjutan daerah.
“Ketangguhan Bali tidak hanya ditopang sektor ekonomi, tetapi juga oleh kekuatan budaya, modal sosial masyarakat, dan nilai-nilai lokal yang terus dijaga secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Pemprov Bali turut memaparkan sejumlah capaian pembangunan sepanjang 2025. Pertumbuhan ekonomi Bali tercatat mencapai 5,82 persen atau berada di atas rata-rata nasional. Bali juga disebut berhasil menjaga tingkat pengangguran dan angka kemiskinan pada level terendah secara nasional.
Sementara dari sektor pariwisata, Bali mencatat kunjungan sebanyak 6,94 juta wisatawan mancanegara dan 9,61 juta wisatawan nusantara. Capaian tersebut dinilai menunjukkan pemulihan sektor pariwisata yang semakin kuat sekaligus mempertegas posisi Bali sebagai destinasi unggulan dunia.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Bali mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait kemacetan, pemerataan pembangunan, serta pengelolaan lingkungan. Untuk itu, berbagai kebijakan terus dijalankan melalui visi jangka panjang 100 Tahun Bali Era Baru yang diwujudkan melalui konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Langkah konkret yang dilakukan antara lain penguatan kebijakan quality tourism, peningkatan peran UMKM lokal, pemerataan pembangunan infrastruktur di luar Bali Selatan, serta percepatan transisi menuju energi bersih.
“Kami ingin pertumbuhan ekonomi dan pariwisata tetap berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan lingkungan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata,” kata Serinah.
Melalui pertemuan tersebut, Pemprov Bali berharap kolaborasi internasional dapat terus diperkuat untuk menghadapi dinamika global sekaligus menjadikan Bali sebagai contoh pembangunan ekonomi yang bertumpu pada budaya dan keberlanjutan.

Tinggalkan Balasan