Bolivia Membara! Demo Krisis Ekonomi Berujung Bentrok dengan Polisi
DIKSIMERDEKA.COM LA PAZ– Ribuan warga turun ke jalan di La Paz, Bolivia, memprotes krisis biaya hidup dan kelangkaan bahan bakar yang semakin parah. Demonstrasi besar itu berujung bentrok dengan polisi antihuru-hara dan berkembang menjadi tuntutan agar Presiden Rodrigo Paz mundur, meski baru enam bulan menjabat, Selasa (19/5/2026).
Polisi antihuru-hara terlihat menembakkan gas air mata ke arah massa yang membalas dengan lemparan proyektil, petasan, hingga bahan peledak rakitan di sekitar gedung pemerintah.
Rekaman video yang viral di media sosial juga memperlihatkan penangkapan demonstran dan kendaraan yang terbakar di tengah kerusuhan.
Media lokal melaporkan lebih dari 100 orang ditangkap dalam aksi ricuh Senin malam itu.
Dilansir RT International,krisis dipicu keputusan Rodrigo Paz mencabut subsidi bahan bakar yang telah berlangsung puluhan tahun. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menyelamatkan cadangan devisa Bolivia yang terus menipis.
Namun hingga kini pemerintah dinilai gagal menstabilkan pasokan BBM dan harga kebutuhan pokok.
Gelombang protes diikuti petani, buruh tambang, guru, pekerja, hingga kelompok masyarakat adat yang mengeluhkan kenaikan biaya hidup, stagnasi upah, dan ketidakpastian ekonomi.
Mereka juga menolak dugaan rencana privatisasi perusahaan milik negara.
Pendukung mantan Presiden sosialis Evo Morales ikut turun ke jalan sambil menuding adanya campur tangan Amerika Serikat dalam urusan politik Bolivia.
Pemimpin Konfederasi Buruh Tani Bolivia, Feliciano Vegamonte, melontarkan tudingan keras kepada pemerintah.
“AS memberi instruksi kepada Rodrigo Paz, dan Rodrigo Paz menggunakan polisi militer untuk melakukan pembantaian,” katanya dalam aksi massa.
Ia juga menuduh pemerintah saat ini “berlumuran darah masyarakat adat”.
Krisis politik Bolivia sendiri terus memburuk sejak kekacauan politik 2019 yang menggulingkan Evo Morales setelah pemilu kontroversial.
Pada Minggu lalu, pendukung Morales bahkan sempat menduduki bandara di Chimore untuk mencegah dugaan upaya penangkapan terhadap mantan presiden tersebut.
Morales sebelumnya menuduh Washington berencana menangkap dirinya lewat operasi yang didukung AS.
Di sisi lain, ratusan pendukung Presiden Rodrigo Paz juga turun ke jalan di La Paz pada Senin malam untuk mengecam demonstrasi anti-pemerintah.
Mereka mendesak pemerintah segera menetapkan status darurat guna meredam kerusuhan yang semakin meluas di Bolivia.

Tinggalkan Balasan