DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Denpasar menggelar nonton bareng (Nobar) film dokumenter Pesta Babi di Dakara Cafe, Denpasar Barat, Jumat, (15/052026).

Sekitar 50 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Melalui film Pesta Babi, peserta diajak memahami kondisi masyarakat adat yang kehilangan ruang hidup akibat kerusakan hutan dan perubahan lingkungan di wilayah Papua Selatan.

Ketua Bidang Eksternal PC PMII Denpasar Ahmad Nur Alfin Syaifullah mengatakan kegiatan itu bertujuan membangun kepedulian kader PMII terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan di berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga :  Jaga Keharmonisan Umat Beragama, PMII Denpasar Deklarasi Taat Nyepi

“Sebagai kader pergerakan, PMII harus memiliki keberpihakan terhadap masyarakat yang tertindas dan berani menyuarakan ketidakadilan sosial,” kata Alfin.

Menurut dia, mahasiswa tidak hanya dituntut aktif dalam kegiatan akademik, tetapi juga harus peka terhadap persoalan kemanusiaan dan lingkungan yang terjadi di tengah masyarakat.

Baca juga :  PMII Denpasar Ajak Warga Islam Patuhi Aturan Nyepi

Sementara itu, Ketua Biro Advokasi dan Jaringan PC PMII Denpasar Angger Bayu Pamungkas menilai tindakan pembubaran diskusi dan pemutaran film tanpa alasan serta prosedur yang jelas merupakan bentuk pembatasan terhadap kebebasan berekspresi.

“Ruang diskusi dan kebebasan berpendapat harus tetap dijaga dalam negara demokrasi. Tindakan represif terhadap kegiatan intelektual dan kemanusiaan tidak boleh dianggap biasa,” ujar Angger.

Baca juga :  PMII Denpasar Sukses Laksanakan PKD III, Cetak Kader Integritas di Tengah Dinamika Politik

PMII Denpasar menyebut kegiatan nobar tersebut juga menjadi bentuk respons terhadap pembubaran sejumlah forum diskusi dan pemutaran film Pesta Babi di Bali dalam beberapa waktu terakhir.

Dengan kegiatan itu, PMII berharap mahasiswa semakin aktif menjaga ruang-ruang diskusi kritis sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap isu kemanusiaan dan hak masyarakat adat di Indonesia.

Editor: Agus Pebriana