DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Gelanggang Olahraga (GOR) Ngurah Rai, Denpasar bakal direvitalisasi. Revitalisasi meliputi penambahan berbagai fasilitas kontemporer, seperti joging track, area khusus bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta penataan taman.

Hal tersebut disampaikan saat pelantikan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bali, bertempat di Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali, Jumat (15/05/2026).

Ketua KONI Bali I Nyoman Giri Prasta mengatakan salah satu agenda strategis KONI kedepan di bawah kepemimpinanya adalah mendorong revitalisasi dan penataan GOR Ngurah Rai.

“Ini merupakan salah satu tempat icon olahraga di Bali, sport centernya itu adalag Gor Ngurah Rai. (Revitalisasi) adalah aspirasi se-Bali,” terang Giri Prasta lalu dilanjutkan dengan penayangan disain GOR Ngurah Rai masa depan.

Menanggapi hal itu, Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik rencana tersebut, ia mengatakan revitalisasi kawasan tersebut sebenarnya telah menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Bali sejak beberapa tahun terakhir.

“Sebenarnya itu sudah menjadi perhatian kami sejak beberapa tahun yang lalu karena sudah kumuh dan itu ada di pusat kota. Udah gak layak wajah itu, malu sebenarnya di tengah kota ada bangunan yang begitu luas udah jamuran,” ungkapnya.

Dia mengatakan saat ini pemerintah telah bertemu dengan pihak ketiga yang berminat bekerja sama merevitalisasi GOR Ngurah Rai melalui skema investasi. Bahkan saat ini katanya, masih dalam tahap feasibility study (FS) atau studi kelayakan.

Dalam konsep yang disiapkan, kawasan olahraga itu akan dibangun secara terpadu. Area bawah dirancang menjadi tempat parkir sekaligus terintegrasi dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) untuk rencana subway.

Sementara bagian atas akan difungsikan sebagai pusat olahraga modern yang dapat digunakan gratis oleh publik dan KONI Bali, sedangkan fasilitas komersial lainnya akan beroperasi secara berbayar.

Koster menegaskan skema kerja sama dengan pihak ketiga diprioritaskan agar tidak sepenuhnya membebani APBD.

Namun, apabila kerja sama investasi tidak memungkinkan, pembangunan akan dibiayai melalui kolaborasi antara Pemprov Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung.

Koster menargetkan proses perencanaan dapat tuntas pada 2027, pembangunan dimulai paling lambat 2028, dan rampung pada 2029 sebelum masa jabatannya berakhir pada Februari 2030.

“Kalau bisa 2027 itu sudah perencanaan, paling lambat 2028 udah mulai bisa dibangun, 2029 selesai,” terangnya.

Reporter: Agus Pebriana