DIKSIMERDEKA.COM, JEMBRANA – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Provinsi Bali secara resmi membuka Loka Sabha Madya VIII MGPSSR Kabupaten Jembrana di Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno, Sabtu (9/5/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Kita Tingkatkan Catur Swadharmaning Kepasekan dengan Membangun Manusia, Alam, Adat, dan Budaya” tersebut menjadi momentum memperkuat persatuan dan nilai-nilai kebersamaan di lingkungan semeton Pasek di Bali, khususnya di Kabupaten Jembrana.

Baca juga :  Kota-kota Asia Pasifik Didorong Bersatu Hadapi Krisis Iklim dan Ketimpangan Pembangunan

Dalam sambutannya, Giri Prasta mengajak seluruh semeton MGPSSR untuk terus menjaga kekompakan dan persatuan dengan menjalankan Catur Swadharmaning Kepasekan. Nilai-nilai tersebut meliputi Astiti ring Ida Hyang Widhi Wasa, Bakti ring Kawitan, Tindih ring Bhisama, serta Guyub ring Pasemetonan.

“Kalau semeton tetap guyub dan bersatu dengan menjalankan Catur Swadharmaning Kepasekan, maka organisasi akan semakin kuat dan mampu memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Giri Prasta.

Ia menegaskan keberadaan organisasi adat dan pasemetonan memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial, adat, dan budaya Bali. Menurutnya, kekuatan persaudaraan menjadi modal utama dalam mendukung pembangunan Bali yang berlandaskan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

Baca juga :  Giri Prasta Dorong Lulusan SMKN 1 Petang Jadi Petani Muda Unggul

Acara pembukaan Loka Sabha Madya VIII turut dihadiri Ida Pandita Mpu Nabe bersama Ida Pandita Mpu, Anggota DPD RI Dapil Bali I Komang Merta Jiwa, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, jajaran Kementerian Agama Kabupaten Jembrana, PHDI Kabupaten Jembrana, MDA Kabupaten Jembrana, serta pengurus MGPSSR Provinsi Bali dan kabupaten/kota se-Bali.

Baca juga :  Wagub Giri Prasta Ajak JCI Bersama Bangun Bali

Ketua MGPSSR Kabupaten Jembrana, I Made Sudiada, menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta dan tokoh masyarakat dalam kegiatan tersebut. Ia berharap Loka Sabha Madya VIII dapat memperkuat program organisasi sekaligus menjaga nilai-nilai pasemetonan di tengah perkembangan zaman.

Melalui kegiatan tersebut, MGPSSR diharapkan terus menjadi wadah pemersatu masyarakat adat yang mampu menjaga adat, budaya, dan keharmonisan sosial di Bali secara berkelanjutan.