DIKSIMERDEKA.COM – Huawei kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan transformasi digital di Indonesia melalui peluncuran teknologi all-optical F5G Advanced (F5G-A). Inovasi ini diperkenalkan bersamaan dengan peluncuran paket Wi-Fi 7 2G pertama di Indonesia yang digelar di Bali oleh PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE) dan Bali Internet.

Dalam presentasinya bertajuk “F5G-A Wujudkan Era Ultra Giga di Indonesia” Vice President Huawei Optical Business Product Line, Kim Jin, menjelaskan kehadiran F5G-A akan menjadi fondasi kuat bagi infrastruktur digital Indonesia yang tengah tumbuh pesat.

“Wi-Fi 7 adalah teknologi kunci dari F5G-A yang menghadirkan pengalaman akses ultra-gigabit. Kehadiran paket Wi-Fi 7 2G pertama di Bali akan meningkatkan pengalaman pengguna, membuka peluang inovasi baru, dan memberi dorongan besar bagi sektor pariwisata serta ekonomi digital,” ujar Kim Jin.

Baca juga :  Wagub Cok Ace Buka Official IOH 5G Launching untuk Mendukung KTT Ke-17 G20

Teknologi F5G-A merupakan pengembangan dari Fifth Generation Fixed Network (F5G) yang diperkenalkan oleh ETSI pada 2020 sebagai tonggak era all-fiber network.

Versi lanjutannya, F5G-A, hadir dengan peningkatan signifikan pada kapasitas bandwidth, kemampuan link sensing, serta kecerdasan buatan (AI-driven intelligence). Dengan kemampuan ini, jaringan F5G-A mampu memberikan konektivitas berkecepatan ultra, latensi rendah, dan keandalan tinggi.

Huawei telah menerapkan teknologi ini dalam berbagai solusi jaringan serat optik, seperti FTTH (Fiber to the Home), FTTR (Fiber to the Room), dan FTTO (Fiber to the Office).

Baca juga :  Wagub Cok Ace Buka Official IOH 5G Launching untuk Mendukung KTT Ke-17 G20

Dalam konteks smart home, Huawei menawarkan solusi AI-ONT, iFTTR, dan AI-FTTR untuk menciptakan jaringan rumah pintar yang stabil dan cepat berbasis Wi-Fi 7. Sejak 2022, lebih dari 60 juta rumah tangga di seluruh dunia telah menggunakan solusi FTTR Huawei dan menikmati konektivitas ultra-gigabit yang stabil.

Selain itu, dalam sektor perhotelan dan pendidikan, Huawei menghadirkan solusi FTTO yang menggantikan kabel tembaga dengan fiber optik, sehingga mampu menurunkan konsumsi energi dan biaya operasional. Saat ini, lebih dari 10.000 kampus dan hotel di dunia telah menggunakan jaringan FTTO Huawei.

Baca juga :  Wagub Cok Ace Buka Official IOH 5G Launching untuk Mendukung KTT Ke-17 G20

Kim Jin menegaskan bahwa F5G-A bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan landasan menuju transformasi kecerdasan digital Indonesia.

“Dengan F5G-A, pelanggan dapat membangun infrastruktur digital optik penuh dengan bandwidth besar, latensi rendah, dan keandalan tinggi. Huawei berkomitmen terus berinovasi dan berkolaborasi dengan mitra lokal untuk mempercepat konektivitas cerdas ke setiap rumah dan bisnis di Indonesia,” tutupnya.

Melalui langkah ini, Huawei meneguhkan perannya sebagai mitra strategis dalam membangun fondasi Ultra Giga Indonesia menuju masa depan yang lebih terhubung, cerdas, dan berdaya saing global.

Editor: Agus Pebriana