DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Putu Evie Marheni atau lebih dikenal dengan DJ Evie merupakan sosok populer dalam belantika musik Bali. Tidak hanya populer sebagai seorang DJ, perempuan yang lahir di Kedongan, Denpasar pada 29 Maret 1985 ini juga berhasil membangun kerajaan bisnisnya. 

DJ Evie yang sudah menginjak kepala tiga memulai karir musiknya sejak SMA dengan menekuni bidang tarik suara. Kegemarannya di bidang musik ini sangat didukung oleh kedua orang tuanya. 

Namun sejak berusia 21 tahun ia harus meninggalkan kegemaran bermain musik dan bernyanyi lantaran memutuskan  merantau ke Amerika dan Eropa untuk bekerja. “Sempat merantau ke Luar negeri yaitu Amerika dan Eropa selama beberapa tahun di usia 21 tahun,” ungkap DJ Evie.

Berada di luar negeri membuat DJ Evie merasa kehilangan karakter dan jati dirinya lantaran jenis pekerjaan yang dilakoni sangat jauh dari passion dan kegemaranya di bidang musik dan tarik suara. Alhasil  pada tahun 2013, DJ Evie memutuskan untuk kembali ke Bali, Indonesia. 

Pada awal sampai di Bali, dirinya sangat kebingungan untuk mulai dari mana. Baru kemudian tahun 2015, ia berani mengambil keputusan untuk merintis karir didunia musik dan tarik suara, serta pelan-pelan merambah dunia DJ sebagaimana kegemaranya ketika masa kecil. 

Baca juga :  Hatten Wine Melantai di Bursa Saham, Sejarah Besar Pengusaha Bali

“Tahun 2015 memutuskan untuk kembali bermusik, merintis band yang dulu sempat ditinggal pas keluar negeri, dan mulai pelan merambah ke dunia DJ ,” katanya.

Di dunia DJ, Evie nampaknya mendapatkan ketertarikannya sehingga pada tahun 2016 memutuskan untuk sekolah DJ di DDC Bali selama dua bulan. 

Seiring lulus dari sekolah DJ, pekerjaan sebagai seorang DJ pun terus berdatangan satu persatu layaknya hujan badai yang deras turun ke Bumi sehingga membuat dirinya termotivasi untuk semakin serius di dunia electronik musik (DJ).

“Aku jadi residen DJ di Karma Kandara, Rock Bar Bali, AZUL Bali Mandira dan beberapa tempat lainnya. Banyak juga aku show untuk private event seperti wedding, birthday dan lain-lain,” ujarnya.

Ternyata perjalanan karirnya tidak hanya berhenti di dunia DJ, sembari sibuk dengan aktivitas bermain DJ, Evie mulai merintis Moana Entertainment yang bergerak di bidang jasa vendor music, sebagai usaha pertamanya. 

Baca juga :  Hatten Wine Melantai di Bursa Saham, Sejarah Besar Pengusaha Bali

“Awalnya berat banget karena apa-apa aku sendiri, promosi, show, jadi manajer artisnya, dan aku juga jadi artisnya hahahha, ah sibuk dan melelahkan pokonya,” tuturnya.

Kendati demikian, ia meyakini bahwa kerja keras tidak akan menghianati hasil, seiring berjalanya waktu Moana Entertainment makin dicari oleh para klien, dan sekarang total sudah mempunyai artis dan team admin sebanyak 60 orang kurang lebih.

Sukses mengelola Moana Entertainment, mendorong Evie untuk membangun bisnis keduanya pada tahun 2022 bernama Moana Travel Indonesia bergerak di bidang jasa travel agent dan pengurusan izin tinggal untuk WNA yang ingin ke Bali.

“Jadi diumurku yang sudah kepala 3 ini aku masih bisa show sebagai DJ dan memiliki 2 bisnis yang berjalan sangat baik, ya itu tadi karena aku pekerja keras dan pantang mundur,” ungkapnya.

Evie pun mengaku sangat puas dengan proses dan perjuangannya selama ini. Menurutnya hal terpenting dari keberhasilannya adalah bahwa segala macam pekerjaan yang ia lakukan harus berasal dan dilakukan dari hati. 

Baca juga :  Hatten Wine Melantai di Bursa Saham, Sejarah Besar Pengusaha Bali

“Proses itu banyak juga penolakan, gagal berkali kali, tapi itu tidak membuat aku berhenti. Pokoknya jatuh harus bangun lagi, gitu terus sampai melihat titik terang,” ujarnya penuh semangat.

Disamping itu, Evie juga menyadari bahwa kesuksesan yang diperolehnya sekarang ini adalah berkat kerja keras tim. 

“Aku juga ingin berterima kasih kepada tim ku baik di entertainment dan travel agent, karena kerja keras mereka juga aku bisa di titik ini. Tanpa mereka kerjaanku pasti tidak akan bisa maksimal seperti saat ini. Pokonya I love you full guys!!,” ucapnya.

Terakhir, Evie pun berpesan bahwa dirinya selalu rendah diri kendatipun sudah mencapai puncak karir. Untuk itu ia meminta agar terus diingatkan soal itu.

“Karena bagaimanapun Namanya manusia pasti akan lupa daratan sesaat jika mulai naik, dan aku ingin selalu diingatkan soal itu. Karena aku tidak mau jadi sosok yang arogan dan menyakiti perasaan orang lain, takut dosa,” tandasnya.

Editor: Agus Pebriana