DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI -Generasi muda yang terdiri dari Generasi Z (17-24 tahun) dan Generasi Millennial (25-39 tahun) menjadi pemilih dominan dalam Pemilu 2024 di Kota Denpasar. Mereka pun dinilai akan menjadi faktor pendorong terjadinya perubahan pola komunikasi partai politik dan calon anggota legislatif (caleg).

Berdasarkan rilis Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar mengungkapkan dari sekitar 495.896 jumlah pemilih di Kota Denpasar pada Pemilu 2024. Terdapat sekitar 51,0 persen berasal dari Generasi Z dan Y (17-39). Sementara sisanya terbagi atas Generasi X, Baby Boomer, dan lansia.

Baca juga :  Pemilu 2024 dan Bergesernya Politik Ideal

Pengamat Politik Ras Amanda mengatakan bahwa besarnya ceruk suara dari kalangan generasi muda mau tidak mau akan mendorong perubahan perilaku komunikasi partai politik dan calon anggota legislatif untuk memperebutkan suara generasi muda.

“Dengan jumlah 50 persen ini, kita akan melihat banyak kreasi-kreasi politik yang dilakukan oleh aktor politik untuk mendekatkan diri melakukan komunikasi dengan pemilih muda yang menjadi ceruk terbesar,” terang Amanda, Kamis (13/07/2023).

Baca juga :  PKN Ambil Sikap Non Blok di Putaran Pertama Pilpres 2024, ini Alasanya

Menurut Amanda karakteristik generasi muda cenderung lebih kritis dan logis dalam melihat aktor pemilik. Mereka tidak terlalu suka drama, gimik, serta pencitraan politik. Generasi muda tambahnya, lebih suka melihat kinerja dan kerja nyata di lapangan.

“Sehingga dalam pendekatan kepada generasi muda ini harus lebih kreatif, pasti, out of the box gayanya, serta penyampaian visi misinya harus minimal berbeda kalau menyasar generasi muda milenial ini,” terangnya.

Lebih jauh Amanda mengatakan bahwa generasi muda banyak mendapatkan informasi politik melalui media sosial, obrolan dalam pergaulan, dan keluarga. Kanal inilah yang nantinya akan mempengaruhi pilihan politik mereka. Untuk itu ia pun menyarankan agar partai politik dan Caleg dapat melihat potensi tersebut.

Baca juga :  Pileg 2024, Maryusta Raup Suara Tertinggi Partai PPP di Dapil 3 Kaur

“Mereka (generasi muda) mungkin terlihat tidak memprioritaskan politik atau isu politik mereka jadikan prioritas untuk mereka pikirkan. Akan tetap mereka menyadari bahwa pentingnya untuk memilih dalam Pemilu karena mereka tahu kepentingan mereka memilih,” terangnya.

Reporter: Agus Pebriana
Editor: Nyoman