DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Jajaran instansi dan organisasi di Provinsi Bali, sampai ke tingkat kecamatan dan desa akan membunyikan sirine atau alarm bencana secara serentak untuk menandai simulasi kesiapsiagaan bencana, besok Rabu (26/04/23) pukul 10.00 WITa. Ini dilakukan dalam peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana yang jatuh setiap 26 April.

“Instansi atau organisasi agar mengarahkan jajarannya masing-masing sampai ke tingkat kecamatan, kelurahan, desa dan desa adat untuk melaksanakan simulasi  evakuasi mandiri secara serentak pada tanggal 26 April 2023 pada pukul 10.00 WITa yang ditandai dengan membunyikan kentongan, lonceng, alarm atau sirine sebagai tanda terjadinya bencana,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, Selasa (25/04/23).

Made Indra juga menghimbau instansi atau organisasi di Bali mengunduh aplikasi InaRisk Personal di Android atau IOS untuk mengetahui informasi ancaman bencana di lokasi masing-masing dan mengikuti rekomendasi cara mengurangi risikonya. 

Himbauan ini merupakan bagian dari langkah-langkah kesiapsiagaan sebagai tindak lanjut radiogram Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 300.1.7/2278/SJ Tanggal 18 April 2023 terkait peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang jatuh setiap tanggal 26 April.

Selain mengunduh aplikasi, langkah selanjutnya instansi atau organisasi juga diminta menyusun rencana prosedur kedaruratan, membentuk tim tanggap darurat, menyiapkan sarana prasarana kedaruratan serta simulasi dan evaluasi secara berkala. Mereka juga diminta agar mendokumentasikan simulasi yang dilakukan dan mengunggahnya ke media sosial dengan hastag: #HKB2023 #HKBBali2023 #SiapUntukSelamat #BaliSiapUntukSelamat