DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI Berawal dari gemar menonton berbagai siaran masak di kanal video online, Made Radya Kennard (14) akhirnya mewujudkan mimpinya. Pada tahun 2021 ia resmi membuka NAD COFFEE & EATERY, bertempat di Jalan Batu Bulan, Denpasar. 

Saat ini pria yang akrab dipanggil Nad yang merupakan siswa SMPN 1 Denpasar ini tengah fokus mendalami mimpinya menjadi chef profesional dengan terjun langsung menghidangkan makanan yang dipesan oleh para pengunjung. 

Ketertarikan Nad menggeluti dunia memasak dimulai sejak kecil ketika duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Tidak seperti kebanyakan siswa SD lainya yang menghabiskan waktu sepulang sekolah untuk bermain diluar rumah, Nad justru menghabiskan sebagian waktunya untuk menonton siaran memasak di kanal video online lalu mempraktekan secara langsung dirumah. 

“Tertarik masak itu waktu saya kecil dari SD kira-kira umur antara 9-10 tahun. Awalnya saya menonton video lihat caranya memasak kemudian memasak jadi hobby. Ketika nonton, kayaknya gampang kalau dimasak, kemudian saya coba masak yah ternyata bisa masaknya dan beberapa orang saya minta cicipi ternyata ada yang bilang itu (masakannya) enak,” ungkap Nad saat ditemui di NAD COFFEE & EATERY, Jumat (03/02/2023).

Baca juga :  Empat Tim SMPN 1 Denpasar Berlaga di Ajang Thailand Inventors Day 2026

Disamping mendapatkan inspirasi memasak dari video online, Nad juga banyak mendapatkan bimbingan dan arahan dari sang kakek yang juga merupakan seorang chef. Dari sang kakek lah Nad banyak mendapat inspirasi soal makanan dan cara mengolahnya, yang kemudian semakin membulatkan tekad dirinya untuk terus berkreasi menjadi chef profesional terbaik. 

“Sebetulnya saya juga banyak terinspirasi dari Kakek yang kebetulan seorang chef dia. Nah beliau inilah yang membimbing mengajari saya memasak. Jadi saya juga terinspirasi dari Kakek saya. Pokoknya Kakek saya keren kali mengajari saya,” ungkapnya.

Pandemi Covid 19 Jadi Titik Awal

Pandemi Covid-19 yang menyebar ke Indonesia sejak 2020 telah menyebabkan aktivitas sekolah dilakukan secara Work From Home (WFH). Kondisi ini membuat Nad justru lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah bersamaan dengan itu intensitas memasaknya pun semakin banyak. 

“Waktu pandemi kan itu banyak dirumah karena sekolah libur. Jadi waktu itu saya banyak melakukan aktivitas memasak selain itu juga  banyak menonton video memasak. Biasanya saya suka nonton videonya chef-chef eropa, amerika, dan Indonesia,” terangnya.

Baca juga :  21 Siswa SMPN 1 Denpasar Tembus Olimpiade Internasional di Thailand

Tidak hanya meningkatkan intensitas memasak, kesempatan WFH juga dimanfaatkan oleh Nad untuk memperdalam teknik mengolah makanan serta memahami jenis-jenis makanan. Menurut Nad hal terpenting dalam mengolah dan menyajikan makanan adalah penampilan lalu kemudian adalah faktor rasa.

“Kalau menurut saya yang terpenting adalah penampilan makanan tersebut. Karena kalau penampilanya nggak bagus kan jelek juga. Jadi penampilan itu sangat penting. Setelah penampilan baru kemudian adalah rasa makanan tersebut. Dua hal inilah yang paling penting,” terangnya.

Lebih lanjut Nad pun mengatakan bahwa hobinya memasak sangat didukung penuh oleh kedua orang tua dan kakaknya. “Kalau orang tua sangat support penuh. Kalau mau masak itu orang tua yang biasanya belikan bahan, nanti saya yang masak lalu menyajikan ke orang tua,” ungkapnya.

Mendirikan NAD COFFEE & EATERY

Setelah menyakinkan diri dan memantapkan persiapan, pada tahun 2021, Nad bersama kakaknya, Denis memberanikan diri untuk membuka NAD COFFEE & EATERY. Kendatipun belum memiliki pengalaman dalam mengelola sebuah coffee shop tidak menjadi halangan bagi mereka. 

Baca juga :  21 Siswa SMPN 1 Denpasar Tembus Olimpiade Internasional di Thailand

Berbekal kemampuan memasak dan bimbingan orang tua, Nad dan Denis secara perlahan membangun NAD COFFEE & EATERY menjadi coffee shop populer yang menjadi tujuan anak muda untuk menghabiskan waktunya baik untuk bekerja ataupun sekedar kumpul bersama menikmati suasana alam. 

Hal ini lantaran NAD COFFEE & EATERY menawarkan konsep menikmati kopi dan makanan dengan didampingi sensasi suasana alam yang indah mulai dari gemercik air sungai sampai pada pohon gemulai pohon bambu yang tertiup angin. “Mudah-mudahan sih kedepan bisa ramai terus,” ungkapnya.

Berharap Ikut Master Chef

Kedepan, Nad pun mengatakan ingin mengikuti kejuaran Master Chef Indonesia. Menurutnya kejuaran tersebut adalah kejuaran bergengsi nasional. Dalam kejuaran tersebut ia ingin menunjukan kemampuan memasaknya. Melalui kemampuan dan pengetahuan memasaknya ia meyakini bisa membuktikan kualitas dirinya kepada dewan juri. 

“Tentu kedepan ada harapan untuk bisa mengikuti Master Chef. Itu kan kompetisi chef terkenal. Kalau bisa lolos disana akan sangat bagus,” terangnya.