DIKSIMERDEKA.COM, BADUNG, BALI – Kehidupan antar umat beragama di Bali sangat harmonis. Demikian disampaikan Ketua Wadah Antar Lembaga Umat Buddha Indonesia (Walubi) Bali, Romo Eka Wiradharma, di Nusa Dua, Senin (31/10/2022).

Hal ini bisa terjadi karena didukung dengan adanya lembaga Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dimana setiap ada dinamika antar pergaulan umat beragama, segera dibahas di FKUB dan dicarikan solusi perdamaiannya. 

Keanggotaan FKUB Bali terdiri dari perwakilan semua umat beragama di Bali. “Kita umat Budha Di Bali sangat merasakan toleransi dengan umat beragama lainnya, sangat bagus dan sangat memuaskan,” katanya.

Baca juga :  Harga Bahan Pokok di Bali Cenderung di Bawah Jawa

Karena itu, Romo Eka berharap mudah-mudahan Bali bisa dijadikan ikon untuk kehidupan toleransi bagi negara-negara Group of Twenty (G20) yang bersidang di Bali. 

“Karena itu kita ikut mengamankan dan menjaga kelancaran G20 agar suasana di Bali tetap kondusif,” ujarnya.

Baca juga :  Hadiah Total 1.7 Miliar, Pemprov Bali Sesuaikan Jadwal Lomba Ogoh-Ogoh 2020

Terkait dengan adanya pertemuan negara-negara G20 di Nusa Dua Bali, Romo Eka mengatakan sebagai umat Budha dan pimpinan Walubi di Bali sangat mendukung.

Pertemuan ini diyakini membawa kebaikan untuk Bali, pasca Pandemi Covid-19. “Saya sarankan semua umat Budha di Bali untuk mendukung penyelenggaraan G20 sampai tuntas,” ungkapnya.

Diakui Romo Eka, umat Budha banyak berkecimpung di dunia pariwisata dan banyak yang jadi guide. 

Baca juga :  BUPDA Kuta Siap Dukung Penuh Pelaksanaan KTT G20

“Saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia, juga di Bali. Agak menurun aktivitasnya, agak melempem semua, karena semua takut  terpapar, Jadi mereka tetap tinggal di rumah, tidak pernah keluar,” paparnya.

Umat Budha mengikuti seruan yang disampaikan pemerintah agar warga berada di rumah.” Dan saat diundang pemerintah untuk menghadiri doa bersama, kita hadir optimal demi lancarnya dan suksesnya KTT G20,” tandasnya. (*/sin)