Transformasi 1.5 Tahun, ITB STIKOM Bali Berhasil Raih Peringkat Bergengsi Nasional
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali raih peringkat cukup bergengsi nasional. Berdasarkan pemeringkatan lembaga pemeringkat universitas dunia, Webometrics Ranking of World Universities, STIKOM Bali berada peringkat 169 dari 4.504 universitas di Indonesia, baik swasta maupun negeri.
Setelah menganalisis website dari 31.000 perguruan tinggi negeri dan swasta di dunia yang tersebar di lebih dari 200 negara, lembaga pemeringkat asal Spanyol ini merilis hasilnya pada akhir Januari 2021 seperti terlihat pada laman: https://www.webometrics.info/en/Asia/Indonesia.
Hasilnya, STIKOM Bali berada di Sedangkan di posisi 169 tingkat nasional, sedangngkan tingkat internasional berada pada ranking 7889.
Webometrics Ranking of World Universities sendiri diinisiasi oleh Cybermetrics Lab, sebuah kelompok riset yang menjadi bagian dari Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC), badan riset publik terbesar di Spanyol.
Webometric ini adalah suatu sistem yang memberikan penilaian terhadap seluruh universitas terbaik di dunia melalui website universitas tersebut.
Webometric melakukan pemeringkatan terhadap seluruh perguruan tinggi di dunia berdasarkan empat komponen indikator utama penilaian, yaitu: Presence, Impact, Openness, dan Excellence. Dengan komposisi penilaian Presence: 5%, Impact: 50%, Openness : 10%, Excellence: 35%.
“Tentu, peringkat 169 nasional ini sungguh sungguh membanggakan segenap civitas akademika ITB STIKOM Bali yang baru berumur 1,5 tahun setelah bertransformasi dari sekolah tinggi menjadi institut,” ujar Tektor ITB STIKOM Bali, Dadang Hermawan, Sabtu (6/02).
“Peringkat 169 nasional ini sangat membanggakan kami, sekaligus bukti bahwa pelayanan kami melalui website memang bermanfaat bagi semua orang yang mengakses website STIKOM Bali,” imbuhnya.
Sejak awal, terangnya lebih lanjut, ITB STIKOM Bali selalu berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik melalui semua saluran yang dimiliki, termasuk website. Ini juga sejalan dengan tagline ITB STIKOM Bali yakni Always The First atau “selalu yang pertama” dalam segala kehidupan kampus.
“Apa yang orang lain baru berpikir, kamu sudah laksanakan. Itu kira-kira filosofinya,” urai Dadang Hermawan.
Perlu diketahui kampus ICT pertama di Bali dan Nusa Tenggara ini berdiri pada 10 Agustus 2002 dengan nama STMIK STIKOM Bali, sesuai Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi No. 357/KPT/I/2019 tentang Izin Perubahan Bentuk Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer menjadi Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali tertanggal 7 Mei 2019.
ITB STIKOM Bali sendiri memiliki tiga kampus, yakni Kampus Renon, Kampus Jimbaran dan Kampus Abiansemal. Sesuai namanya, ITB STIKOM Bali tak hanya mempelajari ilmu komputer tetapi juga dunia bisnis.
Saat ini jumlah mahasiswa ITB STIKOM Bali mencapai 6,500 orang tersebar di lima program studi, yakni; Prodi Sistem Komputer, Sistem Informasi, Teknologi Informasi, Bisnis Digital, Manajemen Informatika, National Dual Degree bekerjasama dengan Binus University Jakarta (gelar Sarjana Komputer dari STIKOM Bali dan Sarjana Manajemen dari Binus Jakarta) dan International Dual Degree bekerjasama dengan Help University Malaysia (Sarjana Komputer dari STIKOM Bali dan Bachelor of Information Technology dari Help University). (*)

Tinggalkan Balasan