DIKSIMERDEKA.COM, MANGGARAI TIMUR – Komisi Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan – Ordo Fratrum Minorum atau JPIC OFM Indonesia terus hadir di tengah para penyintas gempa Flores.

Selain mendistribusikan bantuan logistik ke berbagai wilayah terdampak, JPIC OFM Indonesia juga memberikan pelayanan kesehatan gratis dan pendampingan trauma healing bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.

Pelayanan kesehatan tersebut dilakukan oleh Tim Medis JPIC OFM Indonesia sejak 14 September 2026.

Tim bergerak dari satu titik ke titik lainnya, menjangkau masyarakat yang mengalami dampak gempa dan membutuhkan pelayanan kesehatan, termasuk wilayah-wilayah yang relatif sulit dijangkau.

Hari ini 23 September 2026, pelayanan kesehatan difokuskan untuk menjangkau wilayah pegunungan Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi NTT yang memiliki medan cukup sulit.

Tim menyasar Kampung Ulung Baras, Wela Lada, Golo Wangkung Utara dan Kembang Mekar.

Menurut Tim Medis JPIC OFM, Pater Alsis Goa, pemilihan wilayah tersebut bukan tanpa alasan, melainkan karena sejumlah masyarakat di daerah pegunungan masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan pasca gempa.

Pelayanan JPIC OFM Indonesia, kata dia, tidak hanya berfokus pada kondisi fisik para penyintas tetapi karena gempa juga meninggalkan pengalaman traumatis, terutama bagi anak-anak yang mengalami langsung guncangan dan situasi darurat.

Karena itu, selain pelayanan medis, JPIC OFM Indonesia juga menyelenggarakan trauma healing di sejumlah sekolah.

Kegiatan tersebut antara lain dilaksanakan di SDI 1 Pota, SDI Logo dan SMPK Teratai.

Pater Alsis Goa menjelaskan, melalui kegiatan trauma healing, anak-anak diajak untuk kembali membangun rasa aman, mengekspresikan pengalaman mereka, bermain, berinteraksi, serta perlahan memulihkan kepercayaan diri setelah mengalami bencana.

“Pendekatan ini menjadi bagian penting dari pelayanan kemanusiaan JPIC OFM Indonesia. Pemulihan pascabencana tidak hanya berarti memperbaiki rumah atau memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga membantu masyarakat dan anak-anak memulihkan kembali kondisi psikologis dan sosial mereka” tutur Pater Alsis Goa.

Berkolaborasi dengan tenaga kesehatan setempat dalam memberikan pelayanan kesehatan Tim Medis JPIC OFM Indonesia tidak bekerja sendiri.

Tim berkolaborasi dengan dokter dan tenaga kesehatan setempat, sehingga pelayanan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun pelayanan kemanusiaan yang berbasis pada kekuatan dan sumber daya masyarakat setempat.

Menurutnya pemulihan pasca gempa bukan hanya soal memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga memulihkan harapan. Melalui pelayanan medis, trauma healing, dan kehadiran langsung di tengah penyintas, Posko Riung–Pota terus terus bergerak dan menegaskan satu pesan: bahwa masyarakat terdampak tidak sendirian menghadapi masa sulit ini.

Reporter: Berto Davids