DIKSIMERDEKA.COM, BANGLI, BALI – Calon mahasiswa baru (maba) dari wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) akan jadi prioritas dalam penerimaan Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Bali tahun 2024. UHN akan membuka kuota sebanyak 1300 mahasiswa tahun ini.

Rektor UHN I Gusti Bagus Sugriwa, Prof I Gusti Ngurah Sudiana mengatakan penerimaan calon maba dimulai dari bulan Januari 2024 yang akan terbagi menjadi 3 gelombang penerimaan sesuai jadwal yang sudah ditentukan oleh panitia.

“Kita buka lebih awal untuk memberikan informasi terbaru kepada seluruh calon mahasiswa. Kemudian kita juga turun kelapangan ditambah dengan menginformasikan di media sosial seperti FB, IG, dan TikTok,” katanya ditrmui di Kampus UHN I Gusti Bagus Sugriwa Bangli, Senin (15/1/24).

Prof Sudiana mengatakan tahun ini penerimaan mahasiswa baru dibuka untuk 3 fakultas yaitu Fakultas Dharma Acarya, Dharma Duta, dan Brahma Widya dengan 13 program sarjana (S1) dan 1 program vokasi diploma III.

Berdasarkan data penerimaan maba sebelumnya, Ngurah Sudiana mengatakan Fakultas Dharma Acarya yang terdiri dari program studi Pendidikan Agama Hindu, Bahasa Bali, Bahasa Inggris, Guru Sekolah Dasar, dan PGPAUD, sangat diminati oleh calon mahasiswa.

“Fakultas Pendidikan (Dharma Acarya) lebih banyak dan peminatnya besar. Kemudian Komunikasi nomer dua , lalu Brahma Widya di Filsafat itu nomer tiga. Komposisinya pendidikan 40 persen, sementara 30 persen dan 30 persen untuk dua fakultas lainya,” paparnya.

Lebih lanjut, untuk penerimaan tahun ajaran 2024 pihaknya akan memprioritaskan calon mahasiswa baru yang berasal dari daerah 3T. Ia menambahkan untuk biaya perkualiahan mengacu pada peraturan Menteri Agama dan Menteri Keungan RI.

“Paling tinggi itu 1,2 juta dan paling rendah 400 ribu setiap semester. Selain biaya UKT itu, kita tidak izinkan melakukan pemungutan uang lagi,” sebutnya.

Prof Sudiana menambahkan UHN I Gusti Bagus Sugriwa memiliki berbagai macam beasiswa yang bisa diakses oleh calon maba seperti beasiswa pendidikan dan prestasi dan DIPA. Disamping itu, UHN I Gusti Bagus Sugriwa juga didukung dengan sejumlah fasilitas yang memadai untuk mendukung kegiatan aktivitas belajar dan mengajar.

Prof Sudiana mengatakan calon maba tidak perlu khawatir untuk melanjutkan pendidikan di UHN I Gusti Bagus Sugriwa. Ia mengatakan sampai sejauh ini, alumnus UHN I Gusti Bagus Sugriwa selalu terserap oleh dunia kerja seperti di kantor pemerintahan menjadi tenaga pendidik, penyuluh agama, lalu juga disektor swata, bahkan menjadi anggota TNI/POLRI.

Editor: Agus Pebriana