DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Optimalisasi pengolahan sampah menjadi fokus utama Pemkot Denpasar saat ini, karena kapasitas dan daya tampung dari TPA Suwung semakin penuh. Hal ini disampaikan oleh Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara saat menerima mesin pelet dan mesin pencacah sampah dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Reuse, Reduce, Recycle Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, Jumat (10/12).

Dalam kesempatan tersebut, Jaya Negara menyampaikan bahwa Pemkot Denpasar telah mengambil Langkah strategis terkait permasalahan sampah. 

Baca juga :  Gas Langka, Pemkot Denpasar Surati Pertamina Minta Tambahan Kuota

“Kami menyadari bahwa tantangan ke depan akan lebih besar dan hanya melalui kerja sama dan kolaborasi kami dapat mengatasi masalah-masalah penting ini. Langkah yang harus kita lakukan bersama adalah pengolahan sampah berbasis sumber,” kata Jaya Negara.

Lebih lanjut, Jaya Negara menyampaikan dengan adanya mesin ini dapat mengoptimalkan pengolahan sampah yang telah ada di TPST 3R Kesiman. Selain menerima 1 mesin pelet dan 1 mesin pencacah, Jaya Negara  meninjau pembudidayaan Maggot dan tumbuhan yang menggunakan pupuk kompos tersebut.

Baca juga :  Buka Festival PSR, Wawali Kota Denpasar: Berkat UMKM Ekonomi Kita Dapat Bertahan

Sementara Kepala UPT Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Denpasar, Gusti Ngurah Gede Budhita mengatakan mesin yang telah diberikan akan dimanfaatkan dengan baik untuk mempercepat penanganan sampah khususnya di desa Kesiman Kertalangu.

Selebihnya dikatakan Ngurah Gede Budhita untuk pengolahan sampah disini kita bagi menjadi tiga jadwal yakni hari Senin, Selasa, Kamis dan Jumat kami lakukan pengolahan sampah organik, sementara hari Rabu dan Sabtu kami lakukan pengolahan sampah residu, dan untuk hari Minggu kami lakukan pengolahan khusus untuk sampah anorganik.

Baca juga :  Selama Tahun 2024, Pemkot Denpasar Berhasil Realiasi 22,8 Km Jalan

“Kami berharap ini dapat menjadi contoh untuk desa-desa yang lain agar kedepannya bisa melakukan hal yang serupa agar dapat memilah sampah dari sumbernya sehingga lebih mudah untuk diolah agar dapat menjadi sesuatu yang lebih berharga seperti pupuk dan pellet. Dan yang paling penting hasil dari pengolahan ini dapat bermanfaat bagi kita semua,” pungkasnya. (*/sin)