Tragedi KM Virgo Transport 8: Tim Selam Gabungan Angkat Lima Korban dari Dasar Laut Jawa
DIKSIMERDEKA.COM BANJARMASIN– Operasi SAR tragedi maut tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa terus membuahkan hasil. Tim Selam Gabungan yang digawangi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas, TNI AL, dan Potensi SAR) kembali berjibaku menyisir kedalaman laut dan berhasil mengevakuasi lima korban tambahan pada Senin (28/9/2026).
Penemuan ini menambah daftar panjang korban yang berhasil ditarik dari lautan. Hingga perkembangan terakhir, total 179 orang dari insiden nahas tersebut telah ditemukan, dengan rincian 108 penumpang selamat dan 71 orang dinyatakan meninggal dunia.
Evakuasi Estafet: Dari KRI ke Helikopter
Proses pengangkatan kelima korban dilakukan secara estafet dan terkoordinasi ketat. Kepala Badan SAR Nasional, M Syafii, membenarkan temuan terbaru dari tim di lapangan tersebut.
“Kelima korban berhasil dievakuasi dari lokasi pencarian untuk selanjutnya menjalani proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut,” ungkap M Syafii.
Setelah berhasil diangkat dari dasar laut, empat korban langsung dievakuasi ke KRI Gusti Ngurah Rai, sementara satu korban lainnya diamankan ke KN SAR Purworejo. Tak menunggu lama, operasi dilanjutkan melalui jalur udara.
Empat korban diterbangkan menuju Banjarmasin menggunakan Helikopter HS 1331 milik TNI AL, dan satu korban diangkut menggunakan Helikopter HR 3601 Basarnas. Setibanya di darat, seluruh korban langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Banjarmasin guna menjalani proses identifikasi medis lebih lanjut.
Pencarian Maksimal Tanpa Henti
M Syafii menegaskan bahwa keberhasilan mengangkat lima korban di tengah medan laut yang menantang ini murni merupakan hasil keringat, ketangguhan, dan sinergi para personel di lapangan.
“Setiap korban yang berhasil ditemukan adalah hasil dari kerja keras, ketelitian, dan sinergi seluruh unsur SAR. Kami akan terus melakukan pencarian secara maksimal dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia,” tegasnya.
Basarnas juga menjamin bahwa seluruh proses operasi—mulai dari pencarian di tengah laut, evakuasi, hingga identifikasi—dilaksanakan secara terkoordinasi dengan unsur terkait. Langkah ini dilakukan dengan mengedepankan asas kepatutan dan penghormatan setinggi-tingginya terhadap para korban serta keluarga yang tengah menanti kepastian.

Tinggalkan Balasan