DIKSIMERDEKA.COM,JAKARTA — Pemerintah memproyeksikan sebanyak 143,9 juta pergerakan masyarakat selama periode Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M. Angka jumbo ini langsung direspons tegas oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno: keselamatan jiwa adalah prioritas tertinggi.

Pernyataan itu disampaikan Pratikno dalam Rapat Koordinasi Persiapan Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M di Auditorium Mutiara, Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).

143,9 Juta Pergerakan, Pemerintah Atur Napas Mudik

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, lonjakan mobilitas diperkirakan mencapai 143,9 juta pergerakan. Untuk meredam penumpukan di satu waktu, pemerintah menyiapkan sejumlah skema.

Mulai dari pengaturan rentang libur lebih lebar, penyesuaian libur sekolah, hingga fleksibel working arrangement (FWA) bagi aparatur sipil negara (ASN).

Baca juga :  75,9 Persen Kecelakaan Mudik Dialami Pemotor, DPR Usul Konversi ke Mudik Gratis

“Kita berusaha mengurangi tekanan dengan membuat rentang waktu libur yang lebih lebar, mengatur libur sekolah, serta menerapkan fleksibel working arrangement bagi para ASN,” ujar Pratikno.

Strateginya jelas: pecah arus, kurangi beban, tekan risiko.

Ancaman Bencana Bayangi Mudik

Namun bukan hanya soal kemacetan. Tahun ini, pemerintah juga mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi.

Kondisi di Sumatra belum sepenuhnya pulih. Hujan kembali turun, banjir kembali muncul. Sementara daerah lain seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Bali hingga Papua masih berpotensi diguyur curah hujan tinggi.

“Kita harus berusaha keras untuk menjaga keamanan, keselamatan jiwa adalah prioritas yang paling tinggi. Kita harus bersama-sama melakukan mitigasi bencana yang terintegrasi,” tegas Pratikno.

Baca juga :  Terbitkan SE, Ketua Gugus Tugas Tegaskan Mudik Dilarang dan Tidak Ada Kelonggaran

Artinya, mudik 2026 bukan sekadar soal arus lancar, tapi juga kesiapsiagaan bencana.

Pengendara Motor Jadi Sorotan

Menko PMK memberi perhatian khusus pada pengendara sepeda motor yang selama ini mendominasi angka kecelakaan saat mudik.

“Fokus keselamatan, terutama sekali para pengendara motor. Pengamanan jalur vital juga harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Jalur-jalur krusial arus mudik dan balik akan diperketat pengamanannya demi menekan potensi korban jiwa.

Pendekatan Humanis dan Inklusif

Selain aman, pelayanan publik selama mudik juga harus nyaman. Pemerintah diminta mengedepankan pendekatan humanis dan inklusif.

Kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia menjadi prioritas layanan.

“Selain aman, tentu saja juga nyaman. Pendekatan humanis dan inklusif, terutama memberikan perhatian utama kepada kelompok rentan,” imbuhnya.

Baca juga :  BMKG: La Nina Berkembang di Samudra Pasifik, Waspadai Dampaknya di Indonesia

Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci

Pratikno menegaskan keberhasilan penyelenggaraan layanan Idulfitri sangat bergantung pada sinergi lintas sektor, penguatan deteksi dini, serta keputusan berbasis data riil dan pengecekan lapangan berkelanjutan.

“Ini adalah komitmen kita bersama untuk menjamin layanan yang aman, nyaman, dan lancar. Kehadiran negara harus dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.

Turut hadir dalam rapat tersebut antara lain Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Kepala BNPB Suharyanto, serta Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani bersama jajaran kementerian dan lembaga terkait.