DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Warmadewa melaksanakan program kerja berupa sosialisasi literasi keuangan digital serta edukasi mengenai bahaya pinjaman online (pinjol) ilegal kepada masyarakat di Desa Peguyangan Kangin, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penggunaan layanan keuangan digital yang aman, bijak, dan bertanggung jawab.

Sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber dari Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Bali, I Wayan Sawendo Eko Wijana, yang memaparkan perkembangan kejahatan di ruang digital, khususnya yang berkaitan dengan aktivitas pinjaman online ilegal dan berbagai modus penipuan yang dapat merugikan masyarakat.

Dalam pemaparannya, Sawendo mengedukasi peserta mengenai pentingnya mengenali perbedaan antara layanan pinjaman online yang legal dan ilegal. Ia juga menjelaskan berbagai risiko yang dapat muncul ketika masyarakat menggunakan layanan pinjaman online ilegal, mulai dari penyalahgunaan data pribadi, ancaman dan intimidasi, hingga kerugian finansial.

Selain membahas persoalan pinjaman online ilegal, kegiatan ini turut menekankan pentingnya literasi keuangan digital di tengah semakin luasnya penggunaan teknologi dalam aktivitas sehari-hari.

Masyarakat diimbau agar lebih berhati-hati dalam memberikan data pribadi, melakukan transaksi digital, maupun menggunakan berbagai layanan keuangan berbasis teknologi.

Kegiatan tersebut diikuti oleh masyarakat umum serta perangkat Desa Peguyangan Kangin. Kehadiran berbagai unsur masyarakat ini diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai keamanan digital, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan masyarakat yang lebih waspada terhadap berbagai bentuk kejahatan siber.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Warmadewa tidak hanya berupaya memberikan pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mendorong masyarakat untuk memiliki kemampuan mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak di era digital.

Program kerja ini diharapkan menjadi langkah preventif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat Peguyangan Kangin agar lebih cerdas menggunakan layanan keuangan digital, tidak mudah tergiur tawaran pinjaman online ilegal, serta mampu melindungi data pribadi dari penyalahgunaan di ruang digital.

Sosialisasi berlangsung interaktif melalui penyampaian materi dan sesi diskusi bersama peserta. Antusiasme masyarakat dan perangkat desa menunjukkan bahwa edukasi mengenai literasi keuangan digital dan keamanan siber menjadi salah satu kebutuhan penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Editor: Agus Pebriana