DIKSIMERDEKA.COM, ABU DHABI– Pemerintah Uni Emirat Arab menuduh Iran atau kelompok proksinya berada di balik serangan drone yang memicu kebakaran di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Barakah. Abu Dhabi menyebut insiden itu sebagai “eskalasi berbahaya” di tengah rapuhnya gencatan senjata perang Iran yang kini memasuki pekan keenam.Dilansir dari The Guardian, Senin (18/5/2026).

Kebakaran terjadi di luar perimeter utama fasilitas Barakah Nuclear Power Plant dan menurut regulator nuklir UEA tidak menimbulkan korban jiwa maupun kebocoran radioaktif.

Situasi memanas ketika Presiden AS Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Tehran.

“Bagi Iran, waktunya terus berjalan, dan mereka harus bergerak cepat, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka. WAKTU SANGAT MENDESAK!” tulis Trump di Truth Social.

Laporan Axios menyebut Trump telah bertemu penasihat keamanan nasional di Virginia dan dijadwalkan kembali menggelar rapat dengan tim keamanan nasional pada Selasa untuk membahas opsi terhadap Iran.

Trump juga berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjelang rapat kabinet keamanan Israel yang membahas Iran, Lebanon, dan Gaza. Di Israel sendiri berkembang spekulasi bahwa perang Iran dapat kembali pecah jika tidak ada kompromi dalam perundingan damai.

Menteri Luar Negeri UEA, Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan, dilaporkan melakukan komunikasi intensif dengan negara-negara kawasan termasuk Arab Saudi, yang ikut mengecam serangan tersebut.

Ia juga menghubungi Direktur Jenderal International Atomic Energy Agency, Rafael Grossi, untuk menyampaikan detail serangan drone itu. Menurut pemerintah UEA, negaranya memiliki hak penuh untuk merespons “serangan teroris” tersebut.

IAEA menyatakan Grossi menyampaikan “keprihatinan mendalam” dan menegaskan bahwa aktivitas militer yang mengancam keselamatan fasilitas nuklir tidak dapat diterima.

Kementerian Pertahanan UEA mengatakan drone yang menyerang Barakah merupakan satu dari tiga pesawat tanpa awak yang memasuki wilayah negara itu dari arah perbatasan barat.

Drone disebut menghantam generator listrik di luar perimeter dalam PLTN Barakah di wilayah Al Dhafra.

Penasihat Presiden UEA, Anwar Gargash, secara terbuka mengisyaratkan keyakinannya bahwa Iran atau kelompok proksi regional menjadi pelaku serangan.

“Penargetan teroris terhadap PLTN energi bersih Barakah, baik dilakukan langsung oleh pelaku utama maupun melalui agen-agennya, merupakan eskalasi berbahaya,” tulis Gargash di X.

Ia menyebut insiden tersebut sebagai “adegan kelam yang melanggar seluruh hukum dan norma internasional”, serta menuduh pihak pelaku tidak peduli terhadap keselamatan warga sipil.