DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Data EMP Pusiknas Bareskrim Polri menunjukan pengguna narkoba di Bali mencapai 66.000 orang hingga bulan September 2024. Pengguna berasal dari rentang umur 10-59 tahun.

Hal ini menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkoba menjadi ancaman serius yang membutuhkan perhatian khusus dan kerja sama dari berbagai pihak.

Berdasarkan itu Tim Penggerak PKK Provinsi Bali yang dipimpin oleh Ida Mahendra Jaya menggalakan pelaksanaan sosialisasi program Keluarga Indonesia Sehat Tanpa Narkoba (KRISAN) yang bertujuan untuk memperkuat ketahanan keluarga dari ancaman narkoba.

Kali ini sosialisasi digelar di Aula SMPN 3 Gianyar, Desa Temesi, Kabupaten Gianyar, Rabu (13/11/2024). Dalam sambutannya Ida Mahendra Jaya mengungkapkan bahwa peredaran narkoba di Indonesia, termasuk Bali, semakin memprihatinkan.

Baca juga :  Bareskrim Tetapkan 6 Orang Tersangka Kasus Penipuan Investasi EDCCash

Penyalahgunaan narkoba tidak hanya terjadi di kota-kota besar tetapi juga sudah menyebar ke desa-desa dan menyasar generasi muda. Ia menekankan pentingnya sosialisasi tentang bahaya narkoba yang harus dilakukan di tengah masyarakat, terutama melalui peran keluarga.

“Pencegahan penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan generasi muda, memerlukan sinergi dari semua pihak, terutama keluarga,” ujarnya.

Merujuk data dari EMP Pusiknas Bareskrim POLRI, kasus narkoba di Indonesia meningkat 1,51% pada bulan September 2024 dibandingkan bulan sebelumnya. Sebanyak 4.865 orang dilaporkan terlibat dalam kasus narkoba, dengan 13,73% di antaranya merupakan pelajar dan mahasiswa.

Baca juga :  Bamsoet: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendur Sampai Kapanpun !

“Di Bali sendiri, pengguna narkoba mencapai 66.000 orang dalam rentang usia 10-59 tahun hingga bulan September 2024,” terangnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa PKK memiliki peran penting dalam membangun ketahanan keluarga terhadap narkoba. PKK diharapkan menjadi fasilitator dan relawan yang mengedukasi masyarakat tentang bahaya narkoba, serta membangun kesadaran untuk menciptakan keluarga yang sehat dan bebas narkoba.

“Dengan semangat Ngrombo, para kader PKK berperan sebagai ujung tombak dalam memberikan pemahaman terkait narkoba kepada masyarakat,” tambahnya.

Acara sosialisasi KRISAN ini dihadiri oleh sekitar 250 siswa SMPN 3 Gianyar dan sejumlah pejabat, termasuk Pj. Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar dan Kepala BNN Kabupaten Gianyar.

Baca juga :  Jumat Curhat, Polisi Followup Indikasi Mafia Tanah dan Narkoba

Sosialisasi tersebut juga menghadirkan narasumber dari BNN Provinsi Bali, Polres Gianyar, dan Staf Ahli TP PKK Provinsi Bali, yang memberikan edukasi tentang bahaya narkoba kepada para siswa.

Dengan sosialisasi KRISAN, PKK berharap dapat menggerakkan lebih banyak keluarga untuk proaktif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.

“Dengan peran aktif semua pihak, diharapkan keluarga-keluarga di Bali mampu menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan terbebas dari bahaya narkoba,” tutupnya.

Editor: Agus Pebriana