Webinar Kominfo di Klungkung, Sharing Peluang dan Tantangan Gen Alpha di Era Digital
DIKSIMERDEKA.COM, KLUNGKUNG, BALI – Generasi Alpha (Gen Alpha) diperkirakan akan memiliki dampak yang signifikan dalam mengubah lanskap teknologi dan komunikasi di masa mendatang. Generasi yang lahir setelah generasi Z ini, memiliki kecenderungan alami mereka dalam menggunakan teknologi digital sejak dini. Gen Alpha diharapkan menjadi penggerak utama dalam inovasi teknologi dan perkembangan digital.
Dalam rangka mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada di era digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bali akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Klungkung, Bali, Selasa (14/5) pagi, pukul 09.00 WITA.
Mengusung tema ”Welcoming Gen Alpha Chance & Challange in Digital Era”, diskusi virtual ini rencananya akan menghadirkan tiga narasumber. Mereka adalah Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Klungkung I Ketut Sujana, pemerhati Telematika dan Multimedia KRMT Roy Suryo, key opinion leader musisi Danin Sibilo, dan Khadafi selaku moderator.
”Webinar ini juga dapat diikuti secara gratis dengan cara mendaftar di link https://s.id/pendaftaranbalinustra140524. Peserta akan mendapatkan e-sertifikat dari Kemenkominfo, dan tersedia voucher e-wallet senilai total Rp 1 juta untuk 10 peserta yang terpilih dengan pertanyaan interaktif paling menarik,” tulis Kemenkominfo dalam rilis kepada awak media, Senin (13/5).
Terkait topik webinar, Kemenkominfo menjelaskan, Gen Alpha atau generasi yang lahir antara tahun 2010-2025, bisa disebut sebagai generasi asli digital karena ia lahir di era teknologi digital. Dari sejak lahir, generasi ini telah mengenal dan terbiasa dengan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.
”Berbagai video di YouTube dan games adalah bentuk teknologi digital yang pertama kali bersinggungan dengan mereka. Sebagai generasi tercerdas dibanding generasi-generasi sebelumnya, penting untuk dapat memberikan arahan yang baik dan benar kepada Gen Alpha. Tujuannya, agar mereka bisa lebih cakap dan kreatif berdigital namun tetap dalam jalur aman dan beretika,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.
Diskusi online untuk segmen pendidikan ini rencananya akan diikuti siswa dan tenaga pendidikan di beberapa sekolah menengah dengan menggelar nonton bareng (nobar) di Kabupaten Klungkung. Beberapa sekolah peserta kegiatan nobar itu, di antaranya SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 3 Banjarangkan, SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 3 Dawan, SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3 dan SMPN 4 Semarapura, SMPN 1, SMPN 2, SMPN 4, dan SMPN 6 Nusa Penida.
Untuk diketahui, gelaran webinar seperti di Kabupaten Klungkung, Bali, ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemenkominfo sejak 2017. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat, menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.
Tahun ini, program #literasidigitalkominfo ini mulai bergulir pada Februari 2024. Berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 142 mitra jejaring seperti akademisi, perusahaan teknologi, serta organisasi masyarakat sipil, program ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, kreatif, produktif, dan aman.
Kecakapan digital menjadi penting, karena – menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) – pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.
Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. (*)

Tinggalkan Balasan