Golkar Bali Target Tambal Kursi yang Hilang di Pemilu 2024
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Menapaki Pemilu 2029, Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Bali tidak memasang target muluk-muluk. Partai beringin yang kini dinakhodai Gde Sumarjaya Linggih itu menargetkan agar kursi yang hilang pada Pemilu 2024 dapat kembali.
Pada Pemilu 2024, Golkar Bali tercatat kehilangan sejumlah kursi, mulai dari DPR RI, DPRD Provinsi Bali, hingga beberapa DPRD kabupaten/kota jika dibandingkan dengan hasil Pemilu 2019.
Di DPRD Bali, perolehan kursi Golkar turun dari 8 kursi pada Pemilu 2019 menjadi 7 kursi pada Pemilu 2024. Penurunan ini membuat Golkar disalip Partai Gerindra dalam perolehan kursi.
Sementara itu, di DPR RI, Golkar yang sebelumnya memperoleh 2 kursi hanya mendapatkan 1 kursi pada pemilu terakhir.
Penurunan juga terjadi di tingkat kabupaten/kota. Di DPRD Karangasem, perolehan Golkar merosot dari 11 kursi pada 2019 menjadi 8 kursi pada 2024.
Di Denpasar, jumlah kursi turun dari 8 menjadi 7 kursi. Sementara di Tabanan, Golkar kehilangan 1 kursi, dari lima menjadi 4 kursi.
Meski demikian, Golkar mencatat penambahan kursi di sejumlah daerah. Di DPRD Badung, perolehan kursi meningkat dari 7 pada 2019 menjadi 11 kursi pada 2024.
Di Bangli, Golkar naik dari 2 menjadi 5 kursi. Sementara di Buleleng, perolehan kursi meningkat dari 7 menjadi 11 kursi.
Adapun di Gianyar, Klungkung, dan Jembrana, perolehan kursi Golkar relatif bertahan. Di Gianyar, partai ini tetap memperoleh 5 kursi. Klungkung bertahan dengan 3 kursi, sedangkan Jembrana tetap memperoleh 6 kursi.
Gde Sumarjaya Linggih mengaku bahwa pada Pemilu 2024, perolehan kursi pada sejumlah kabupaten mengalami penurunan.
Oleh karena itu, ia mengatakan, Golkar menargetkan peningkatan jumlah kursi pada Pemilu 2029.
Meski demikian, ia mengatakan partai tidak ingin memasang target ambisius tanpa mempertimbangkan kondisi politik dan peluang di setiap daerah.
Sumarjaya Linggih mengatakan, target realistis yang ingin dicapai adalah mengembalikan sejumlah kursi yang hilang pada Pemilu 2024.
“Yang penting bisa naik dari perolehan kursi tahun lalu. Yang penting, kami bisa menaikkan kursi dari tahun sebelumnya dan menambal yang hilang-hilang Itu,” kata Sumarjaya Linggih.
Untuk mencapai target tersebut, Golkar telah memperkuat konsolidasi dan kerja politik partai. Salah satunya dengan turun langsung ke masyarakat.
Di samping itu, Golkar juga mulai menjaring tokoh potensial untuk menjadi calon legislatif. Penjaringan terhadap tokoh masyarakat ini diharapkan dapat mendongkrak perolehan kursi partai nantinya.
“Langkahnya adalah melakukan kerja dan berkarya dengan baik, turun ke lapangan, turun ke masyarakat, dan tentu juga mencalonkan orang-orang yang banyak mendapatkan simpati masyarakat,” ujarnya.
Selain menyiapkan calon anggota legislatif, Sumarjaya Linggih mengatakan Golkar juga mulai menghimpun sejumlah tokoh untuk dipertimbangkan dalam kontestasi eksekutif.
Sumarjaya mengatakan figur yang disiapkan tidak hanya berasal dari internal partai Golkar, namun juga bisa dari luar partai, dengan syarat harus memiliki popularitas, elektabilitas, dan penerimaan yang baik di masyarakat.
“Calon itu tidak mesti berasal dari Partai Golkar. Yang penting, dia benar-benar bisa diterima rakyat,” katanya.
Ia menegaskan, Golkar tidak akan memaksakan pencalonan jika figur yang dipertimbangkan tidak mendapat dukungan masyarakat.
Disinggung soal kesiapan maju sebagai calon Gubernur yang diusung partai Golkar, Sumarjaya Linggih mengatakan bahwa ia cenderung masih menunggu.
Menurutnya, jika animo publik serta dukungan dari partai besar mendorong dirinya maju dalam Pilgub Bali kedepan, sebagai kader partai dan orang nomor satu di partai beringin, ia mengaku siap.
“Kita tunggu animonya dulu, saya mengalir saja,” terangnya.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan