Penyaluran KUR UMKM di Bali Tembus Rp1,28 Triliun, Diskop UMKM Dorong Percepatan Naik Kelas
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bali mencapai Rp1,28 triliun sepanjang 2025. Seiring dengan itu, Pemerintah Provinsi Bali mendorong agar pembiayaan tersebut mempercepat UMKM naik kelas.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali, penyaluran KUR sebesar Rp1,28 triliun tersebut diberikan kepada 15.481 debitur UMKM yang tersebar di sembilan kabupaten/kota. Rata-rata nilai pinjaman mencapai sekitar Rp82,9 juta per debitur.
Kepala Bidang Pemberdayaan UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali, Dewa Agung Gede Purnama, mengatakan penyaluran KUR perlu dimanfaatkan sebagai instrumen untuk memperkuat ketahanan ekonomi Bali.
Menurut dia, penguatan UMKM menjadi penting agar perekonomian Bali tidak terlalu bergantung pada sektor pariwisata.
“Selama ini Bali kebanyakan tergantung pada pariwisata. Ke depannya diharapkan kita tidak hanya tergantung pada pariwisata, tetapi juga harus memperhatikan UMKM-UMKM dari seluruh daerah di Bali,” kata Dewa Agung.
Dia mengatakan pemerintah terus mendorong UMKM agar berkembang dari skala mikro menjadi kecil hingga menengah. Upaya itu dilakukan melalui pembinaan, fasilitasi legalitas, serta penguatan tata kelola usaha.
“Kita melakukan pembinaan dan fasilitasi legalitas serta tata kelola, seperti penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, hingga Hak Kekayaan Intelektual (HKI),” ujarnya.
Selain itu, Dinas Koperasi dan UMKM Bali mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra melalui business matching serta menghubungkan UMKM dengan pembeli yang berorientasi ekspor.
Menurut Dewa Agung, langkah tersebut diperlukan agar UMKM tidak berhenti pada akses pembiayaan, tetapi mampu meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pasar.
Pemprov Bali juga berharap penyaluran KUR ke depan lebih banyak menyasar sektor produktif. Pemerintah tidak ingin pembiayaan hanya terkonsentrasi pada sektor perdagangan eceran.
“Harapannya alokasi kuota KUR di Bali ke depannya bisa terserap 100 persen oleh para pelaku UMKM yang benar-benar membutuhkan modal dan berproduksi atas apa yang mereka jual, bukan sekadar pengepul,” kata Dewa Agung.
Adapun rincian penyaluran KUR UMKM di Bali antara lain Kota Denpasar dengan penyaluran sebesar Rp206,5 miliar atau 16,09 persen dari total penyaluran. Berikutnya Kabupaten Badung Rp193,4 miliar (15,07 persen) dan Kabupaten Gianyar Rp192,9 miliar (15,03 persen).
Secara akumulatif, kawasan Sarbagita menyerap lebih dari 58 persen total penyaluran KUR di Bali. Sementara itu, Kabupaten Buleleng mencatat jumlah debitur terbanyak dengan 2.352 pelaku usaha, dengan nilai penyaluran mencapai Rp143,5 miliar.
Dari sisi penyalur, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mendominasi penyaluran KUR di Bali dengan Rp829,5 miliar atau 64,6 persen. Pembiayaan tersebut disalurkan kepada 12.562 debitur atau sekitar 81,1 persen dari total debitur.
Posisi berikutnya ditempati Bank BPD Bali dengan penyaluran Rp228,7 miliar atau 17,8 persen dan Bank Mandiri sebesar Rp134,4 miliar atau 10,5 persen.
Reporte: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan